Waspada Jebakan Arisan Online di Medan, Oknum Polisi Dimanfaatkan Jadi Debt Collector

Henri Sianturi · Kamis, 22 Oktober 2020 - 15:33:00 WIB
Waspada Jebakan Arisan Online di Medan, Oknum Polisi  Dimanfaatkan Jadi Debt Collector
ilustrasi jebakan arisan online

MEDAN, iNews.id – Warga kota Medan diminta untuk mewaspadai arisan online yang tumbuh subur di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) sejak pandemi Covid-19. Pengelola arisan online terkadang memanfaatkan oknum polisi dan wartawan sebagai debt collector untuk menagih uang tunggakan arisan kepada anggota (member) yang macet membayar.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan meminta masyarakat agar cepat percaya terhadap arisan online.

“Kami imbau masyarakat jangan terlampau cepat percaya dengan arisan online. Jangan nanti setelah menjadi korban, menuntut ke polisi agar ditindak,” ujar AKBP MP Nainggolan, Kamis (22/10/2020).

Para member atau anggota diajak ikut bergabung umumnya kaum perempuan yang baru merintis usaha. Mereka butuh modal cepat untuk mengembangkan usahanya.

Salah satu perempuan yang mengaku terjebak arisan online bernama Ayin, warga Kota Medan. Ayin awalnya ditelepon oleh salah seorang owner arisan online di Medan, diajak ikut bergabung main arisan online.

“Awalnya saya sudah ragu untuk ikut. Tapi karena terus dibujuk owner, saya akhirnya ikut juga. Ketika saya macet melakukan pembayaran, owner bawa oknum polisi ke rumah saya. Saya dibawa ke kantor polisi dan dipaksa menandatangani surat pernyataan penitipan uang,” ujar Ayin.

Menurut Ayin, dia ditawari ikut arisan oleh salah seorang owner arisan online di Medan yang anggotanya hanya dua orang.

“Kami para member tidak saling kenal. Admin yang masukkan kami ke media sosial grup WA. Owner tawarkan Rp1 juta per lima hari (per kloter). Owner bilang kalau sudah menarik uang arisan, hanya bayar biaya administrasi sebesar Rp80.000,” kata Ayin.

Setelah arisan berjalan lancar, Ayin kembali ditawari owner untuk main banyak kloter dengan member berbeda-beda orang. Permainan arisan online ini ada yang Rp1 juta hingga Rp3 juta per lima hari,  Rp5 juta hingga Rp6 juta per tujuh hari. Biaya administrasi dibebankan kepada member yang menarik sebesar Rp80.000 hingga Rp150.000.

Masalah mulai muncul ketikan Ayin berniat berhenti ikut arisan online dan ingin membayar uang arisan yang dipakainya. Owner meminta modal arisannya dikembalikan berikut bunganya dengan jumlah fantastis dan itu membuat Ayin enggan membayar.

“Owner arisan bawa oknum polisi ke rumah Saya dibawa ke salah satu Polsek di Kota Medan. Setibanya di kantor polisi, saya tidak di BAP dan disuruh menandatangani surat pernyataan yang isinya penitipan uang,” kata Ayin. 

Kasus terjebak arisan online juga dialami Acin, warga Kota Medan yang baru membuka usaha. Acin yang berniat berhenti dan mengembalikan modal dipakainya, juga diwajibkan owner membayar bunga uang dengan jumlah yang sangat besar.

Acin bahkan diteror sang owner dengan memampangkan foto dirinya dan foto keluarganya di grup WhatsApp admin. “Tujuan owner jelas untuk mempermalukan saya. Kok keluarga saya dibawa-bawa,” katanya.

Untuk menakut-nakuti Acin, sang owner diduga menyuruh seseorang yang mengaku sebagai wartawan unit Polda Sumut sebagai debt collector. “Dia katanya wartawan di Polda Sumut. Apa wartawan itu tugasnya sekarang jadi penagih utang? bukan cari berita lagi,” kata Acin menyesalkan oknum wartawan yang diduga suruhan owner arisan online.

Sementara itu, Linda selaku owner arisan Deluxe yang dikonfimasi iNews.id tidak bersedia memberikan keterangan. ”Maaf untuk saat ini saya tidak bersedia  memberikan keterangan apapun. Nanti saya bicarakan dulu dengan kuasa hukum saya,” jawab Linda.

Begitu juga dengan Lenny, owner Arisan Hoki, mengatakan dirinya sedang tidak berada di tempat. Jawaban yang sama juga disampaikan owner arisan Djohnpao, meminta wartawan menghubungi pemilik. “Hubungi ke owner kami saja,” kata Djohnpao.

Hasil penelusuran iNews.id, sejumlah arisan online yang tumbuh di Kota Medan di antaranya, Arisan Medan Smash (AMS), Arisan Diamond Medan, Arisan Shine Beauty, Arisan Bosque, Arisan Hoki, Arisan Angel, Arisan Jhon Pao, Arisan Keren, Arisan Double Z, Arisan Cetar, Arisan Cinta, Arisan Happy, Arisan Gaul, Arisan Kece (AKC), Arisan Bintang, dll.

Arisan online ini diduga tidak ada lembaga penjaminnya atau izin dari otoritas jasa keuangan (OJK). Masyarakat dihimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap jenis usaha keuangan seperti arisan online.

Editor : InewsTv Henri Sianturi