Satwa Terancam Kelaparan, Pengelolaan Kebun Binatang Medan Diambil Alih Pemko

Ahmad Ridwan Nasution ยท Kamis, 30 April 2020 - 13:00 WIB
Satwa Terancam Kelaparan, Pengelolaan Kebun Binatang Medan Diambil Alih Pemko
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution. (Foto : iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id- Kesulitan keuangan PD Pembangunan Kota Medan membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Medan. Langkah ini diambil untuk mengatasi ancaman kelaparan ratusan satwa di Kebun Binatang Medan, terutama di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Plt Wali kota Medan Akhyar Nasution mengatakan pihaknya akan mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kesulitan keuangan yang dialami manajemen Kebun Binatang Medan. Salah satunya dengan mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Medan dari PD Pembangunan Kota Medan.

Sebagai langkah awal mengatasi kesulitan pengadaan pakan, Pemko Medan mengajak seluruh pejabat di lingkungan Pemko Medan untuk memberikan sumbangan.

"Tahap pertama kita meminta sumbangan dari seluruh pejabat di Pemko Medan untuk membeli pakan hewan-hewan di Kebun Binatang Medan," kata Akhyar, Kamis (30/4/2020).

Selain itu, Pemko Medan juga akan mencari regulasi yang memungkinkan untuk mengatasi kesulitan keuangan PD Pembangunan Kota Medan.

"Karena hewan tersebut merupakan hewan langka dan dilindungi, maka sementara saya memerintahkan dinas pertanian untuk merawat dan bertanggung jawab. Karena hewan tersebut juga terdampak dari Covid-19," ucap Akhyar.

Masih kata Akhyar, surat terkait dengan penanganan Kebun Binatang Medan sudah dikirim kepada Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Medan.

"Surat saya sudah saya disposisi kepada gugus tugas dan dalam waktu dekat sudah akan ditangani," kata Akhyar.

Akhyar membuka kesempatan kepada masyarakat Kota Medan yang ingin memberikan sumbangan pengadaan pakan hewan di Kebun Binatang Kota Medan.

"Bagi masyarakat yang ingin menyumbang silakan. Tapi Pemko Medan sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi persoalan ini," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba