get app
inews
Aa Text
Read Next : Masjid Al Aqsa Dipadati 80.000 Jemaah Salat Jumat saat Ramadan, Diawasi Ketat Pasukan Israel

Sejarah Masjid Raya Al Mashun Medan, Dirancang Arsitek Belanda dengan Biaya 1 Juta Gulden

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:43:00 WIB
Sejarah Masjid Raya Al Mashun Medan, Dirancang Arsitek Belanda dengan Biaya 1 Juta Gulden
Masjid Raya Al Mashun, Kota Medan, menjadi saksi bisu masa kejayaan Kesultanan Deli. (Foto: iNews)

MEDAN, iNews.idSejarah Masjid Raya Al Mashun, Kota Medan, menarik diulas. Masjid yang telah berusia lebih dari satu abad atau 100 tahun ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga saksi bisu kebesaran Kesultanan Melayu Deli yang masih terjaga keasliannya. 

Terletak di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, kemegahan arsitektur masjid ini sanggup memukau siapa saja yang memandangnya. 

Dirancang arsitek asal Belanda, Masjid Raya Al Mashun memiliki keunikan yang jarang ditemukan pada bangunan lain. Arsitekturnya merupakan perpaduan harmonis antara corak Melayu, Arab, India, dan Spanyol. 

Keunikan ini terlihat jelas dari bentuk bangunan yang bersegi delapan (oktagon) dengan pilar utama yang sudah menggunakan teknologi beton di zamannya. Sentuhan gaya klasik Eropa tampak pada jendela kaca patri yang indah, sementara kubah masjid mengadopsi gaya Moghul dari India. 

"Nilai estetika dan etika yang tinggi pada masjid ini terpancar dari ornamen yang menghiasi sisi dalam dan luar gedung. Motifnya beragam, mulai dari flora, fauna, hingga kaligrafi yang sangat detail," ujar Syafrizal, perwakilan BKM Masjid Raya Al Mashun Medan, Minggu (22/2/2026).

Proses Pembangunan

Sejarah mencatat, pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1906 dan rampung pada 1909 di masa kepemimpinan Sultan Ma’mun Al Rasyid. Biaya pembangunannya saat itu tergolong fantastis, yakni mencapai sekitar 1 juta Gulden. 

Hingga saat ini, masjid yang mampu menampung hingga 2.000 jamaah tersebut tetap dipertahankan bentuk aslinya. Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang tak ternilai, Masjid Raya Al Mashun telah ditetapkan sebagai warisan Cagar Budaya.

Destinasi Favorit di Bulan Ramadan

Selama bulan Ramadan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Sumatera Utara. Selain melaksanakan shalat fardhu dan Tarawih, banyak warga yang datang untuk sekadar menikmati ketenangan dan kemegahan arsitektur peninggalan sultan tersebut. 

Sebagai ikon pariwisata sejarah dan religi di Medan, Masjid Raya Al Mashun membuktikan bahwa warisan masa lalu tetap bisa berdiri megah melintasi zaman, menjadi kebanggaan bagi warga Medan dan Indonesia.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut