Sejumlah Desa Siluman Diduga Ditemukan di Sumut, Polda: Kami Masih Selidiki

Stepanus Purba ยท Selasa, 19 November 2019 - 18:16 WIB
Sejumlah Desa Siluman Diduga Ditemukan di Sumut, Polda: Kami Masih Selidiki
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan soal penyelidikan dugaan sejumlah desa siluman di Sumut, Selasa (19/11/2019). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Polda Sumatera Utara (Sumut) sedang mendalami dugaan adanya delapan desa siluman atau desa fiktif yang ditemukan di provinsi ini. Bahkan, Polda juga sudah membentuk satu tim khusus untuk menginvestigasi kasus itu.

“Itu masih dalam penyelidikan. Kita tunggu aja hasilnya. Tapi kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran atau disalahgunakan, akan kami selidiki,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (19/11/2019).

Tatan enggan memaparkan berapa banyak desa siluman yang tengah diselidiki Polda Sumut. Dia hanya menyebutkan, dalam penyelidikan tersebut, polisi berharap tidak menemukan desa fiktif di Sumut.

“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan hasilnya tidak ada (desa fiktif). Kalau ada, pasti kami proses,” ujar Tatan.

Tatan juga mengatakan, penyidik akan sangat berhati-hati dalam menyelidiki keberadaan desa siluman di Sumut. “Makanya sedang dilakukan penyelidikan. Kami masih melakukan pendalaman. Apakah itu desa hantu atau fiktif, kami belum mendapatkan hasilnya. Yang pasti seluruhnya akan kami selidiki,” katanya.

Tim Subdirektorat III Kriminal Khusus Polda Sumut bersama Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Nias sebelumnya menyelidiki kasus dugaan delapan desa siluman atau fiktif di Kabupaten Nias Barat, Minggu (17/11/2019). Tim gabungan itu langsung mendatangi delapan desa tersebut dengan menyeberangi laut selama 90 menit, menggunakan kapal nelayan.

Delapan desa diduga fiktif itu telah menerima kucuran dana hingga miliaran rupiah. Dugaan itu mencuat setelah Ombudsman RI perwakilan Sumut menemukan laporan ada warga yang sebagian besar tidak tinggal di desa-desa itu. Mereka justru bermukim di daratan Desa Sirombu sejak tahun 2004 lalu.

Dari delapan desa yang disampaikan Ombudsman RI Sumut di antaranya Desa Kafo Kafo yang terletak di Pulau Kecil. Sesuai keterangan Kepala Desa Kafo Kafo, di desanya hanya dihuni empat kepala keluarga (KK). Sementara 27 KK lainnya tinggal di daratan Desa Sirombu, Kabupaten Nias Barat.


Editor : Maria Christina