Stok Bawang Putih Aman, Pemprov Sumut Sebut Harga Naik karena Ulah Pedagang

Antara · Kamis, 27 Februari 2020 - 13:44 WIB
Stok Bawang Putih Aman, Pemprov Sumut Sebut Harga Naik karena Ulah Pedagang
Sekdaprov Sumut R Sabrina saat sidak bawang putih bersama TPID dan Satgas Pangan, Rabu (26/2/2020). (Foto: Antara)

MEDAN, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjamin ketersediaan stok bawang putih. Harga bumbu dapur ini sempat melambung tinggi akibat merebaknya isu virus korona dan pembatasan impor dari China yang dimanfaatkan pedagang dengan menaikkan harga.

Sekdaprov Sumut R Sabrina mengatakan, ketersediaan bawang putih untuk beberapa bulan ke depan dalam kategori aman. Harga jual dari importir maupun distributor juga tidak mengalami kenaikan.

"Ada perkiraan sedikitnya ketersediaan dan harga yang bergerak naik di Medan karena tindakan pedagang," katanya saat sidak bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan satgas pangan, Rabu (26/2/2020).

Karena itu, saat ini TPID termasuk satgas pangan akan mengawasi ketat dan memberikan sanksi kepada pedagang nakal.

“Pernyataan dari polisi, saat ini, pengawasan semakin diperketat,” ujarnya.

Menurutnya dalam hasil sidak, tak ditemukan ada importir, distributor maupun pedagang yang melakukan penimbunan bawang putih.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi mengungkapkan, harga bawang putih di pasaran memang naik atau berkisar Rp35.000-Rp42.000 per kg. Kenaikan ini diduga dilakukan pedagang dengan memanfaatkan isu COVID-19 yang melanda China sebagai negara pemasok komoditas tersebut.

"Disperindag terus memantau perkembangan ketersediaan dan harga bawang putih di pasar untuk bisa cepat melakukan tindakan pengamanan terhadap komoditas tersebut," kata Zonny.


Editor : Donald Karouw