Syuting Perdana Kesawan The Movie di Medan, Kru Film Dipalak Preman

Sindonews, M Andi Yusri · Kamis, 12 Maret 2020 - 10:58 WIB
Syuting Perdana Kesawan The Movie di Medan, Kru Film Dipalak Preman
Hari perdana syuting film A Thousand Midnights in Kesawan di Lapangan Merdeka, Medan, Selasa (10/3/2020) malam. (Foto/Ist)

MEDAN, iNews.id - Kru film A Thousand Midnights in Kesawan menjadi korban aksi premanisme saat syuting di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatera Utara. Akibatnya pengambilan gambar beberapa adegan molor dari jadwal dan harus pindah lokasi.

Hendri Norman salah satu sutradara mengatakan, awalnya beberapa kru dari tim produksi sedang persiapan syuting di lokasi pada Selasa (10/3/2020). Kemudian muncul empat pemuda berusia 30-an tahun meminta sejumlah uang pada mereka.

"Awalnya mereka datang nanya-nanya, ya kami jawab apa adanya. Karena siapapun yang datang bertanya, pasti kami jelakan jika tidak sedang sibuk. Tetapi lalu mereka minta uang," kata Hendri, Rabu (11/3/2020).

Dia menjelaskan yang sedang dikerjakannya bukan film komersil, tapi indie. Hasil kolaborasi komunitas jadi tidak punya uang.

Namun penjelasan itu tidak berhasil. Pemuda diduga preman itu malah membuat keributan di sekitar lokasi syuting yang mengundang perhatian pengunjung Lapangan Merdeka.

Perdebatan itu kemudian terhenti akibat hujan mulai turun. Kru langsung memindahkan alat-alat ke pendopo lapangan merdeka. Syuting yang belum mulai akhirnya tertunda selama 1 jam.

"Kami coba lapor ke Pos Polisi di sana, tapi karena itu Pos Lantas, jadi kami disuruh lapor ke Polsek Medan Barat," ujar Hendri.

Lantaran jaraknya yang cukup jauh dan personel yang terbatas, tim urung melapor malam itu. Setelah berunding dengan tim, Hendri akhirnya memindahkan setting lokasi ke sekitaran Merdeka Walk yang berada di depan.

"Syukurnya, gangguan premanisme seperti di dalam Lapangan Merdeka tidak terjadi. Hingga akhir syuting sekira pukul 03.00 WIB berjalan dengan lancar," ucapnya.Hendri sangat menyesalkan hal premanisme semacam ini ternyata masih bisa terjadi di tengah-tengah slogan Kapolda Sumut  Irjen Pol Martuani Sormin, 'tidak ada tempat bagi kejahatan di Sumatera Utara'.

Menurutnya, keinginan untuk membuat film yang mempromosikan pariwisata Medan ini ternyata masih diganggu premanisme jalanan.

"Jangankan wisatawan, warga Medan yang ingin berkarya pun masih dihalang-halangi dengan kejadian seperti itu," ujar Hendri.


Editor : Donald Karouw