Tanggul Sungai Belawan Jebol, Ratusan Rumah Warga di Medan Tuntungan Tenggelam

Ahmad Ridwan Nasution · Jumat, 04 Desember 2020 - 07:59:00 WIB
Tanggul Sungai Belawan Jebol, Ratusan Rumah Warga di Medan Tuntungan Tenggelam
Kondisi banjir di Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution).

MEDAN, iNews.id - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda Sumatera Utara (Sumut) selama beberapa hari terakhir menyebabkan tanggul Sungai Belawan jebol. Akibatnya, ratusan rumah warga di  kompleks perumahan De Flamboyan, Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan tenggelam. 

Dari informasi yang dihimpun, air mulai merendam permukiman warga sejak Jumat (4/12/2020) dinihari. Air yang memasuki rumah warga tersebut diduga berasal dari jebol tanggul Sungai Belawan di sekitar lokasi perumahan. Air Tanggul tersebut jebol disebabkan tingginya intensitas hujan di Kota Medan selama beberapa hari terakhir ditambah air kiriman dari kawasan pegunungan. 

Tingginya air yang memasuki rumah warga menyebabkan ratusan warga di kompleks perumahan tersebut terjebak di lantai 2 rumah. Petugas SAR Medan yang berada di lokasi untuk melakukan proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karenan air yang meredam permukiman warga semakin tinggi. Derasnya arus air membuat proses evakuasi berlangsung dramatis. 

Salah seorang korban banjir, Andreas Sembiring mengatakan rumahnya sudah tenggelam akibat luapan Sungai Belawan. Dia mengatakan seluruh keluarganya saat ini sudah di evakuasi petugas ke tempat yang lebih tinggi. 

"Rumah saya sudah tenggelam sudah sampai atap," kata Andreas. 

Andreas mengatakan masih warga yang terjebak di dalam rumah akibat banjir tersebut. Sebagian warga menyelamatkan diri ke lantai 2 rumah mereka. 

"Masih banyak yang menunggu untuk dievakuasi petugas," ucapnya. 

Dari pantuan iNews, personel SAR Medan dibantu TNI/Polri masih terus mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Sejumlah perahu karet dikerahkan petugas gabungan untuk menjemput warga yang terjebak banjir. 

Editor : Stepanus Purba