Temukan Isi Sembako Berkurang, Anggota DPRD Sumut Ngamuk dan Kembalikan Bantuan

Dharma Setiawan ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 20:25 WIB
Temukan Isi Sembako Berkurang, Anggota DPRD Sumut Ngamuk dan Kembalikan Bantuan
Anggota DPRD Sumatera Utara Rony Reynaldo Situmorang mengamuk saat sidak bantuan paket sembako dan menemukan jumlahnya berkurang. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)A

RAYA, iNews.id - Anggota DPRD Sumatera Utara Rony Reynaldo Situmorang mengamuk saat mengecek penyaluran bantuan sembako dari Pemprov Sumut untuk warga Kabupaten Simalungun. Dia menemukan adanya dugaan penyelewengan bantuan paket sembako lantaran isinya berkurang atau tak sesuai takaran.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan terhadap 20 sampel dos yang berisi paket sembako, nyaris seluruhnya tak sesuai dalam hal ukuran dan jumlah. Seperti jatah beras bantuan 10 kilogram (Kg) untuk warga penerima, saat dicek dengan timbangan, ternyata beratnya hanya berkisar 8,5 Kg-9 Kg.

Tak hanya itu, ketidaksesuaian isi juga terjadi pada paket bantuan gula. Setiap penerima harusnya mendapat jatah 2 kg gula pasir, namun ketika dicek dengan timbangan, beratnya rata-rata 1,7 kg.

Petugas penyalur yang mengantarkan paket beralasan, kekurangan ini disebabkan terburu-buru dan waktu yang mepet untuk memenuhi kuota. Jawaban itu sontak membuat Ronny kian marah hingga harus ditenangkan sejumlah pegawai pemerintah setempat.

Rony mengatakan, kedatangannya untuk mengawal sembako yang diberikan dari Pemprov Sumut ke Pemkab Simalungun. Dia mengecek kesesuaian bantuan agar apa yang menjadi hak warga terpenuhi.

"Kami inisiatif meminta agar paket ini dibongkar terlebih dahulu untuk cek ukuran, kualitas dan jumlahnya sebelum disalurkan. Kecurigaan kami terbukti, ada kekurangan isi dari 20 sampel yang kami periksa," ujarnya, Selasa (19/5/2020).

Rony pun meminta agar paket tersebut dikembalikan lagi karena tidak sesuai.

"Ini uang rakyat ya, banyak masyarkat susah. Jangan ada sekalipun bantuan dan hak rakyat berkurang," katanya.

Diketahui, bantuan sembako untuk warga Simalungun ini yakni sebanyak 7.800 paket. Setelah pengecekan dan ditemukan banyak ketidaksesuaian, seluruh paket bantuan ini akhirnya dipulangkan ke Medan.  Sementara warga Simalungun diharapkan agar dapat bersabar karena pembagian bantuan harus tertunda.


Editor : Donald Karouw