Terpapar Abu Vulkanis Gunung Sinabung, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen

Ebenezer Pinem ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 09:35 WIB
Terpapar Abu Vulkanis Gunung Sinabung, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen
Kondisi lahan pertanian warga di Desa Namanteran pascaterpapar abu letusan Gunung Sinabung. (Foto: iNews/Ebenezer Pinem)

KARO, iNews.id- Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi Sabtu, (8/8/2020) lalu, menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian milik warga di Desa Namanteran, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman warga rusak akibat tertutup abu vulkanis dari Gunung Sinabung.

Dari pantauan iNews.id, tebalnya abu vulkanis Gunung Sinabung menutupi lahan pertanian warga. Tebalnya abu, menyebabkan daun yang hijau berubah menjadi warna keabu-abuan. Tak hanya itu, abu vulkanis juga menyebabkan tanaman warga yang akan dipanen dalam waktu dekat menjadi rusak parah.

Salah seorang petani di Desa Namanteran, Saha Ginting mengatakan, dia menanam tomat dan cabai merah di lahan pertaniannya masing-masing 2.000 batang dan 1.500 batang. Akibat terkena paparan abu vulkanis Gunung Sinabung, kedua jenis tanamannya tersebut kini mengalami rusak parah.

"Kalau melihat kondisi saat ini, pasti gagal panen karena rusak parah tanamannya," kata Saha Ginting, Senin (10/8/2020).

Gagal panen ini membuat kondisi ekonomi para petani di Desa Namanteran semakin terjepit. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19, para petani hanya bergantung pada hasil pertanian .

"Kami memohon pengertian pemerintah untuk bisa membantu kami para petani," ucapnya.

Sebelumnya, Gunung Sinabung tercatat mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Sabtu (8/8/2020) lalu. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.58 WIB dengan tinggi kolom dari puncak Gunung Sinabug lebih dari 2.000 meter. Selanjutnya erupsi kedua tercata pada Pukul 17.18 WIB dengan tinggi kolom lebih dari 1.000 meter.

Sementara arah sebaran abu vulkanis saat erupsi pada Sabtu mengarah ke timur. Tiga kecamatan di sekitar gunung tersebut kembali disirami abu vulkanis, yakni Kecamatan Berastagi, Simpang Empat, dan Merdeka.

Dengan terjadinya erupsi susulan ini, Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi Meteorologi dan Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati atau memasuki zona merah Sinabung yang sudah direkomendasikan.

“Untuk warga yang terdampak abu vulkanis letusan Sinabung, kami imbau agar melindungi diri dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” kata Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi dan PVMBG Armen Putra.


Editor : Stepanus Purba