get app
inews
Aa Text
Read Next : Resmob Polda Sulsel Tembak Perampok Spesialis Pembobol Masjid di Makassar

Tolak Politisasi Mesjid, Massa Demo Kanwil Kemenag dan Bawaslu Sumut

Jumat, 22 Februari 2019 - 15:25:00 WIB
Tolak Politisasi Mesjid, Massa Demo Kanwil Kemenag dan Bawaslu Sumut
Aksi demo di Sumut terkait politisasi masjid. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba).

MEDAN, iNews.id - Ratusan massa menggelar aksi di depan kantor Bawaslu dan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara (Sumut). Mereka menolak politisasi di tempat ibadah, khususnya masjid.

Massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Masyarakat (Gema) Cinta-NKRI ini menjadi saksi adanya kepentingan politik di sejumlah masjid-masjid di daerah Sumut.

Para pengunjuk rasa mengungkapkan, kelompok-kelompok politik ini kerap menjadikan masjid sebagai ajang saling caci maki. Seperti memberikan label "cebong" dan "kampret".

"Bagi kita, tidak ada ajaran agama yang membenarkan mencaci maki, apalagi sesama manusia," kata Ustaz Rudi yang ikut dalam aksi, Jumat (22/2/2019).

Dia juga menyoroti pengangkatan seseorang menjadi ustaz dengan cara instan. Kemudian, mereka membawa pesan politik kepada jamaahnya.

Padahal, mereka yang belajar untuk menjadi seorang ustaz lewat lembaga formal saja, belum tentu berhasil memiliki predikat sebagai ustaz. Sedangkan, yang terjadi sekarang prosesnya begitu instan.

"Kami ini belajar dari ibtidaiyah, tsanwiyah, aliyah dan kemudian kuliah belum tentu menjadi ustaz," ujar dia.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak takut bersuara jika masjid disalahgunakan untuk kepentingan politik. Karena rumah ibadah bukan milik capres cawapres atau satu parpol tertentu saja.

Dia menegaskan, tidak akan ragu melakukan protes jika ada khutbah yang lari dari nilai-nilai agama. Karena itu, dia berharap MUI mengeluarkan fatwa agar para khotib tak melenceng saat khutbah.

"Supaya para khotib dalam khutbahnya tidak mengeluarkan ujaran kebencian," ujar Rudi.

Tak hanya itu, mereka juga melihat adanya indikasi dari para pegawai honorer, guru honorer, penyuluh agama, dan pegawai ASN mencaci maki menteri mereka dan ulama melalui media sosial.

"Dan kita melihat ini sebagai suatu hal yang tidak sehat bagi negara ini," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut