Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Buruh di Medan Demo di Kantor DPRD Sumut

Said Ilham, Stepanus Purba ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 22:04 WIB
Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Buruh di Medan Demo di Kantor DPRD Sumut
Buruh di Medan saat menggelar aksi demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di Kantor DPRD Sumut, Rabu (12/2/2020). (Foto: iNews/Said Ilham)

MEDAN, iNews.id – Massa gabungan dari sejumlah organisasi serikat pekerja di Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sumatera Utara, Rabu (12/2/2020). Mereka menyuarakan aspirasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Pantauan iNews, ada sekitar 1.000-an buruh yang datang merapat ke Jalan Imam Bonjol, Medan. Mereka berkumpul di depan gedung wakil rakyat dan berorasi lengkap dengan armada komando serta membawa berbagai spanduk menentang RUU Omnibus Law.

Bukan tak beralasan, saat ini draf RUU Omnibus Law akan diserahkan untuk digodok ke DPR. Buruh menilai, jika nantinya disahkan, aturan ini akan merugikan mereka.

Dalam orasi mereka menyebut, omnibus law memang menjadi karpet merah bagi investor, namun kuburan bagi pekerja atau kaum buruh di Indonesia. Termasuk buruh di Medan, Sumut.

Selain menolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan, Massa buruh juga mendesak penghapus sistem outsourcing dan menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) non-skill.

Aksi demo buruh ini diterima sejumlah anggota DPRD Sumut. Satu di antaranya Wagirin Arman. Dia menegaskan DPRD juga akan menolak omnibus law jika memang dianggap merugikan kaum buruh.

“Kami akan meneruskan apa yang menjadi aspirasi buruh hari ke pusat. Karena ini DPR yang memutuskan. Intinya, sepanjang UU itu merugikan buruh, maka kami menolak,” kata Wagirin.

Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa buruh ini sempat membuat kemacetan di kawasan Imam Bonjol dan Raden Saleh, Medan. Usai menyampaikan aspirasi dan diterima anggota dewan, para buruh membubarkan diri.


Editor : Donald Karouw