Update Dugaan Keracunan Gas di Madina: Korban Jadi 83 Orang
Dikatakan Rusli, selain orang dewasa warga yang keracunan gas di antaranya ada beberapa anak di bawah umur bahkan ada yang balita. Namun semua sudah mendapatkan pertolongan medis.
"Sesuai arahan bapak bupati kita memberikan pelayanan prima kepada pasien kita malam ini hingga kita bekerja sama dengan BPBD mendirikan tenda disamping UGD untuk menampung Pasien, selain itu ada beberapa pasien di bawah usia lima tahun," ucapnya.
Terpisah, warga Subanggor Tonga M Lubis (25) mengaku sangat ketakutan atas perihal itu. Mereka pun mengungsi dari desa karena takut terpapar gas beracun.
"Untuk sementara kami mengungsi takutlah menjadi korban berikutnya," katanya.
Sementara itu hingga berita ini dibuat, pihak PT Sorik Marapi Geotjermal Power (SMGP) tidak ada yang bisa dihubungi untuk memberikan tanggapan.
Editor: Nani Suherni