Viral Dugaan Pungli saat Razia Satlantas Polres Simalungun, Begini Fakta Sebenarnya

Dharma Setiawan ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 16:06 WIB
Viral Dugaan Pungli saat Razia Satlantas Polres Simalungun, Begini Fakta Sebenarnya
Salah satu potongan rekaman video yang viral saat pelanggar lalu lintas menyelipkan uang Rp50.000 saat ditilang. (Foto: Istimewa)

SIMALUNGUN, iNews.id – Rekaman video amatir dugaan pungutan liar (pungli) oknum polantas dari Satlantas Polres Simalungun beredar luas di media sosial (medsos) dalam beberapa hari terakhir. Video ini diunggah seorang pengguna medsos yang merekam polantas menerima uang dari pelanggar lalulintas.

Dalam video pendek tersebut, tampak oknum polantas menilang sejumlah pengguna kendaraan bermotor. Mereka yang membayar tidak ditilang dan bisa pergi dari lokasi razia yang diduga berlokasi di Jalan Medan, Simalungun.

Ada pengendara yang menyerahkan uang pecahan Rp50.000 saat berjabat tangan dengan polantas. Ada juga yang menaruh pecahan uang Rp100.000 ke dalam topi milik petugas.

BACA JUGA: Viral Kisah Anak Kembar Nadya dan Nabila Dipertemukan Medsos setelah 16 Tahun

Merespons video viral tersebut, Kasatlantas Polres Simalungun Iptu Jodi Indrawan membantah anggotanya terlibat aksi pungli. Menurutnya, petugas di lapangan hanya membantu pelanggar lalulintas untuk membayar tilang elektronik dengan alasan kemanusiaan sehingga terlihat menerima uang dari pengendara.

“Sama sekali tidak ada pungli. Semua sudah ditilang dan dibayarkan. Kami hanya membantu dengan alasan kemanusiaan, menolong pelanggar lalu lintas yang berhalangan (membayar),” ujar Jodi, Selasa (14/1/2020).

Dia membeberkan, salah satu pelanggar lalulintas yang ditilang merupakan seorang ibu bernama Halimah. Dia dihentikan petugas karena tak menyalakan lampu utama dan melanggar Pasal 293 ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas serta tak memiliki SIM.

“Ibu ini beralasan terburu-buru karena anaknya akan diamputasi dan perlu mengurus BPJS. Anggota kami dengan alasan kemanusiaan membantu masyarakat yang kesusahan dengan menerima titipan denda tilang Rp50.000 yang kemudian disetorkan melalui ATM,” katanya sambil menunjukkan surat tilang.

Atas video yang viral tersebut, Kasatlantas meminta masyarakat untuk mengecek kebenaran dan bijak dalam menanggapinya.

“Semoga masyarakat dapat secara bijak menanggapi video viral tersebut,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw