Viral Jenazah Pasien Covid-19 Dikubur Masih Pakai Daster di Medan

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 12:35:00 WIB
Viral Jenazah Pasien Covid-19 Dikubur Masih Pakai Daster di Medan
Foto viral jenazah pasien Covid-19 dalam peti yang dikubur masih memakai daster. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Pemakaman jenazah pasien Covid-19 mengenakan pakaian daster viral di media sosial. Peristiwa ini diketahui terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam unggahan foto yang beredar luas, tampak jenazah perempuan di peti dalam liang lahat. Kondisi peti dalam keadaan terbuka sehingga terlihat jenazah dibalut kain kafan yang tersingkap dan menunjukkan masih memakai daster warna merah dan biru.

Merespons kejadian viral tersebut, Lurah Suka Maju Harry Agus Perdana menjelaskan jika jenazah telah dimakamkan pada Jumat (24/7/2020). Dia terindikasi merupakan pasien Covid-19.

"Belum dipastikan positif Covid-19 atau tidak. Informasi yang kami terima dari rumah sakit, warga yang meninggal hasil rapid-nya reaktif," ujarnya, Senin (27/7/2020).

Harry mengatakan, perempuan itu menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Sembiring pada Kamis (23/7/2020). Almarhumah memiliki riwayat sakit jantung. Setelah sehari dalam perawatan, dia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/7/2020) pagi.

Menurutnya, ketika itu petugas rumah sakit meminta keluarga memakamkan jenazah sesuai protokol pemulasaran pasien Covid-19 karena hasil pemeriksaan terindikasi tertular corona.

"Waktu proses pemakaman awal tidak ada masalah, tapi info yang diterima dari keluarga, petinya tidak muat. Lalu keluarga bongkar petinya sehingga tampak lah jenazah yang masih berdaster itu," kata Harry.

Melihat kondisi yang demikian, keluarga lantas berkesimpulan jenazah kerabat mereka belum dimandikan sesuai syariat Islam dan berencana memandikannya.

"Setelah ditanyakan ke petugas RS Sembiring, mereka mengatakan telah memandikannya sehingga keinginan keluarga untuk memandikan jenazah pun tak jadi dan pemakaman tetap dilanjutkan sesuai protokol Covid-19. Karena kalau dikeluarkan dari peti kan tidak sesuai protokol lagi," katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Aris Yudhariansyah menjelaskan, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang prosedur pemandian jenazah pasien Covid-19 dapat dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya. Dan jika tidak memungkinkan untuk dimandikan bisa dilakukan tayamum.

"Jadi diperbolehkan, tidak ada masalah. Kan mayat (pasien Covid-19) itu tidak boleh diapa-apain kalau sudah meninggal. Siapa lagi yang berani membuka bajunya," ujarnya.

Sesuai fatwa MUI, jenazah pasien juga boleh dikafani dalam keadaan berpakaian guna mencegah penularan Covid-19.

"Kalau peti jenazah itu dibongkar malah akan terjadi kesalahan prosedur dalam pemakaman. Ini tidak boleh," katanya.


Editor : Donald Karouw