Webinar Bank Indonesia: Ekonomi Sumut Masih Berpeluang Tumbuh Positif pada 2020

Stepanus Purba ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:43 WIB
Webinar Bank Indonesia: Ekonomi Sumut Masih Berpeluang Tumbuh Positif pada 2020
Seminar daring (webinar) yang diselenggarakan KPw BI Pematangsiantar. (Foto: Istimewa)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id - Perekonomian di Sumatera Utara diperkirakan masih berpeluang tumbuh positif di tengah penurunan ekonomi dunia yang diperkirakan IMF akan terkontraksi (minus) sebesar 4,9% di tahun 2020. Optimistis ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat saat menjadi salah satu narasumber seminar daring (webinar) yang diselenggarakan KPw BI Pematangsiantar, Kamis (9/7/2020).

Webinar tersebut merupakan pembukaan dari rangkaian sembilan webinar dalam rangka Bulan Inspirasi dengan tema 'Sinergi Membangun Ekonomi Digital di Sisi Batas Labuhan untuk Indonesia Maju' yang berlangsung hingga 23 Juli mendatang menyambut HUT ke-67 BI.

"Hasil kajian KPw BI Provinsi Sumut, ekonomi Sumut masih berpeluang tumbuh dengan skenario terbaik (berat) pada kisaran 2,2%–2,6%. Asumsi yang mendasari perkiraan ini antara lain penurunan perdagangan internasional dan harga komoditas primer ekspor utama dari Sumut bergerak membaik pada semester ke-2 tahun 2020," ujar Wiwiek.

Hal lain yang menumbuhkan optimisme tersebut yakni realisasi pertumbuhan ekonomi Sumut pada kuartal I-2020 mampu tumbuh 4,65% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera sebesar 3,25% (yoy) dan nasional 2,97% (yoy).

Kegiatan webinar pertama ini mengambil judul 'Peluang dan Tantangan Ekonomi di Era New Normal' dengan menghadirkan narasumber Kepala KPw BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat, sekaligus memberikan keynote speech mewakili Dewan Gubernur BI, Kepala Kanwil Perbendaharaan Negara (DJPb) Sumut Tiarta Sebayang, Direktur OJK Regional 5 Sumatera Utara Antonius Ginting dan akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario. Selain itu turut hadir Plh Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Zainal Siahaan, mewakili Wali Kota Pematangsiantar.

Semua narasumber sepakat hal penting yang harus dilakukan yakni sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, OJK, LPS, dunia usaha dan stakeholders lainnya dalam mensukseskan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terkait Covid-19 yang telah dikeluarkan pemerintah. Dalam bentuk dukungan kepada dunia usaha termasuk UMKM, Korporasi dan BUMN. Selain itu relokasi Dana Desa, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Direktur OJK Regional 5 Sumut Antonius Ginting mengungkapkan, hal ini dinilai perlu dioptimalkan pemerintah daerah kabupaten/kota. Selain itu diharapkan para debitur dapat memanfaatkan relaksasi kredit/pembiayaan yang diberlakukan kepada debitur UMKM dan non-UMKM yang terdampak langsung maupun tidak langsung Covid-19.

Kemudian sinkronisasi kebijakan antar lembaga, pemerintah daerah yang aktif, inovasi dan kreativitas dari UMKM dengan menciptakan produk yang dibutuhkan pasar. Lalu mencoba metode penjualan online yang dinilai para narasumber dapat membantu pemulihan kondisi usaha.

"Kesadaran masyarakat juga perlu untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19 karena akan turut membantu percepatan pemulihan ekonomi," katanya.

Dalam laporan pembukaan, Kepala KPw BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat menjelaskan istilah 'Sisi Batas Labuhan'. Istilah ini untuk mempermudah penyebutan delapan kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar, yaitu Siantar-Simalungun, Batubara-Tanjungbalai-Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.

"Rangkaian webinar ini juga diharapkan dapat mempercepat upaya pencapaian visi Bank Indonesia 2025 Menjadi Bank Sentral Digital Terdepan yang berkontribusi Nyata Terhadap Perekonomian Nasional dan Terbaik di Antara Negara Emerging Markets untuk Indonesia Maj, khususnya di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar," ujarnya.

Edhy berharap, melalui rangkaian webinar ini akan tercipta pemahaman yang lebih baik dari masyarakat dan seluruh pihak terkait yang ada di Sisi Batas Labuhan mengenai perkembangan ekonomi terkini dan implementasi fokus kebijakan BI di daerah. Yakni program digitalisasi UMKM, implementasi QRIS, upaya pengendalian inflasi melalui penciptaan ketahanan pangan, peningkatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam webinar pertama ini, sebanyak 220 orang bergabung yang berasal dari pejabat pemerintah kabupaten/kota di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar, instansi vertikal, perbankan, akademisi dan ISEI Siantar-Simalungun, mahasiswa, pengusaha dan asosiasi, UMKM, GenBI (Generasi Baru Indonesia) serta masyarakat umum.


Editor : Donald Karouw