Dia pun meminta masyarakat agar memahami gempa bumi belum bisa diprediksi kapan akan terjadi. Dia juga menegaskan BMKG tidak pernah memprediksi kapan terjadinya gempa.
“Mohon dipahami, gempa bumi belum dapat diprediksi. Rasanya 'terlalu' kalau pemahaman semacam ini harus diulang-ulang terus dan BMKG tidak pernah memprediksi gempa,” ucapnya.
Oleh karena itu, Daryono menegaskan modeling tsunami merupakan dari hasil kajian yang berpotensi bisa terjadi, bukan prediksi.
“Jadi modeling tsunami hasil kajian itu potensi bukan prediksi. Bisa saja terjadi karena konsepnya sahih, tetapi entah kapan tidak ada yang tau. Tetapi yang harus dipahami modeling itu untuk acuan dan respons mitigasi bukan untuk nakut-nakuti masyarakat. Yang terjadi saat ini ada kesan hasil kajian di-blow up untuk nakuti-nakutin,” tulisnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait