Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira memberikan keterangan pers terkait sindikat penculikan anak di Kota Tanjungbalai, Senin (8/2/2021). (Foto: istimewa)
Stepanus Purba

TANJUNGBALAI, iNews.id - Personel Satreskrim Polres Tanjungbalai berhasil menangkap tiga dari lima orang pelaku sindikat penculikan anak berusia 14 tahun. Ironisnya, sindikat ini nekat menculik anak terkait dengan masalah utang piutang. 

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan peristiwa penculikan anakan berlangsung di rumah korban di Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, kota Tanjungbalai, Jumat (5/2/2021), Saat ini kawasan pelaku berjumlah lima orang datang untuk menjumpai ayah korban. 

"Namun saat itu yang berada di rumah hanya ibu dan kakak korban," ujar Putu, Senin (8/2/2021). 

Selanjutnya para tersangka meminta kakak dan ibu korban untuk mencari ayahnya. Namun setelah mencari beberapa waktu, ayah korban tak kunjung ketemu. 

"Pada saat ibu korban akan mencari kembali, salah satu tersangka menarik anak korban dan membawa masuk ke dalam mobil. Setelah itu, mereka kabur ke arah Simpang Empat, Kabupaten Asahan. 

"Ibu korban yang tidak terima anaknya dibawa kabur kemudian berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian warga," kata Putu Yudha. 

Mendengar teriakan ibu korban, warga dan dibantu personel Satreskrim Polres Tanjungbalai yang sedang patroli bergegas mengejar pelaku. Pelaku akhirnya berhasil dihentikan petugas di kawasan Simpang Empat, Asahan. 

"Tiga orang pelaku berhasil diamankan. Sementara dua orang lainnya berhasil kabur," ujarnya. 

Putu mengatakan ketiga pelaku yang berhasil diamankan yakni SI (42) warga Kecamatan Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), ZI (49) seorang pekerjaan supir, warga Kecamatan Kualuh Selatan, Labura, SD (33) warga Kecamatan Gunting Saga, Labura.

"Sementara itu, dua orang rekannya yang sudah kami kantongi identitasnya masih dalam pengejaran," ucapnya. 

Putu mengatakan para tersangka nekat mencuri korban untuk memaksa ayah korban membayar utangnya. Ayah korban diketahui terjerat utang puluhan juta kepada salah satu tersangka. 

"Motifnya utang piutang. Jadi korban dibawa dijadikan sandera agar bapaknya mau membayar utang," ujarnya.


Editor : Stepanus Purba

BERITA TERKAIT