Gunung Sibuatan (Foto: Instagram/gunsipab_officiall)
Nani Suherni

KARO, iNews.id - Gunung Sibuatan merupakan puncak tertinggi di Sumatera Utara. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Dairi.

Sebelumnya, Gunung Sinabung tercatat sebagai pemegang predikat gunung tertinggi, yakni 2.460 mdpl. Namun, erupsi di tahun 2010-2016, ketinggian Gunung Sinabung pun berubah menjadi 2.451 mdpl. 

Berikut fakta soal Gunung Sibuatan, puncak tertinggi di Sumatera Utara;

Gunung tertinggi di Sumatera

Gunung Sibuatan, Puncak Tertinggi di Sumatera Utara Simpan Tumbuhan Obat (Foto: Instagram/gunsipab_officiall)

Gunung Sibuatan resmi menjadi gunung dengan puncak tertinggi yang aman untuk didaki. Tak hanya dikenal dengan julukan tertinggi, Gunung Sibuatan juga menawarkan beragam keunikan lainnya. Yuk, simak apa saja yang wajib kamu ketahui sebelum mendaki gunung satu ini!

Dengan ketinggian 2.457 m dpl atau lebih tinggi dari Gunung Sibayak yang tercatat sebagai gunung berapi aktif yang juga berada di Kabupaten Karo. 

Sulit didaki

Gunung Sibuatan, Puncak Tertinggi di Sumatera Utara Simpan Tumbuhan Obat (Foto: Instagram/gunsipab_officiall)

Keberadaan Gunung Sibuatan masih berada pada deretan Pegunungan Barisan. Untuk mencapai puncak gunung ini membutuhkan waktu sekitar 7-9 jam. Keberadaan hutan rimba Gunung Sibuatan yang sangat lembap dan licin, membuat keberadaanya sangat sukar untuk didaki, khususnya pada musim hujan.

Simpan tumbuhan obat

Tanaman obat yang ditemukan di Gunung Sibuatan (Foto: Dok USU)

Dalam jurnal yang dibuat Mahasiswa Universitas Sumatera (USU) program studi kehutanan yang ditulis Eben Ezer Silabana, Yunus Afifuddinb dan Ridwanti Batubarab memperlihatkan ada 12 jenis tamanan obat yang biasa digunakan warga sekitar. Penelitian tersebut dibuat pada September 2014.  Pengambilan sampel di kawasan Gunung Sibuatan terletak di desa naga lingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Disebutkan jika hasil wawancara dengan masyarakat terdapat 12 jenis tumbuhan obat. Jumlah penduduk di desa Naga Lingga sebanyak 851 orang dengan jumlah rumah tangga 190 kepala keluarga sehingga wawancara dilakukan 10 persen dari jumlah rumah tangga yang ada. Namun, peneliti mengidentifikasi jenis tumbuhan obat di kawasan Gunung Sibuatan sebanyak 16 jenis.


Editor : Nani Suherni