Rumah Pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara (Foto: Dok Cagar Budaya Sumut)
Fajar Hendra Jaya

MEDAN, iNews.id- Rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara menyimpan banyak sejarah. Di pengasingan tersebut, Bung Karno ditemani dengan ketiga rekannya.

Lokasi rumah pengasingan Bung Karno ini berada persis di tepi Danau Toba. Kini tempatnya menjadi lokasi wisata. Pengunjung Rumah pengasingan bung Karno di Sumatera ini bisa  menikmati indahnya pemandangan danau dan juga hamparan tumbuhan yang tumbuh di sana. 

Berikut pembahasan soal rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara;

Lokasi

Rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara berada di Kota Parapat, di Tepi Danau Toba. Tempat ini cukup jauh dari ibu kota Sumatera Utara, Medan.

Dari Kota Medan, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi, ataupun menggunakan kendaraan umum seperti kereta api. Untuk mengakses rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara ini, kita harus menempuh waktu selama kurang lebih 6 jam.

Ada Terowongan Bawah Tanah

Tidak banyak yang tahu, bahwa rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara ini memiliki terowongan bawah tanah. Panjangnya sekitar 3 meter yang mampu membawa hingga ke perbatasan kota.

Terowongan ini konon dibangun sekitar tahun yang sama dengan didirikannya rumah ini, yakni pada tahun 1820. Terowomgan ini digunakan oleh Belanda untuk mengamankan diri dari serangan lawan.

Saat ini, terowongan tersebut, ditutup dengan alasan keselamatan. Karena, minimnya oksigen dan penerangan yang ada di dalamnya, membuat pemerintah Kota Rantau Prapat menutup jalan terowongan tersebut.

Interior Ruangan

Rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara ini memiliki interior ruangan yang cukup menarik. Dalam portal resmi cagar budaya Sumut dijelaskan jika di setiap sudut ruangan memiliki warna coklat kayu, dan furniturnya didominasi oleh perabotan yang dibuat dengan kayu jati asli.

Dengan begitu, menambah kesan klasik yang ada di dalam ruangan ini. Tentunya bagi pengunjung yang ingin datang, bisa sekali menikmati indahnya desai ruangan, sembari berswafoto di tiap spot yang menarik.

Tinggal selama Dua Bulan

Rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara yang berada di Kota Rantau Prapat ini pernah digunakan oleh bung Karno dan kawan-kawannya, selama dua bulan. Bung Karno ditemani oleh dua sahabat karibnya, yakni Sutan Sjahrir dan juga Haji Agus Salim.

Mereka diasingkan di rumah ini setelah dipindahkan dari Pesanggrahan. Mereka dipindahkan, karena nyaris terbunuh dan akhirnya Hindia Belanda memutuskan memindahkan mereka ke tempat yang jauh dari musuh.

Potret Depan Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara yang berada di Prapat ini memiliki depan rumah yang cukup unik. Konsepnya bergaya khas Eropa kuno, dengan pemilihan warna monokrom, menambah kesan adem di rumah pengasingan ini.

Belum lagi, letaknya yang tepat di pinggiran Danau Toba dan dikelilingi oleh banyak pohon rindang, menambah kesan asri , sehingga mampu membuat betah pengunjung yang datang.
Di sini juga terdapat gazebo yang cukup besar, sehingga kamu bisa duduk bersantai sambil menikmati indahnya pemandangan Danau Toba.

Daya Tarik Wisata

Banyak sekali pengunjung dari dalam maupun luar Kota Rantau Prapat yang ingin datang ke rumah pengasingan Bung Karno di Sumatera Utara yang satu ini. Mereka ke sini memang sengaja untuk mengetahui nilai histori dari rumah tersebut, atau juga ada yang ingin sekedar mengabadikan momen atau membuat konten di sini.

Dengan konsep arsitektur bangunan khas Eropa yang sangat kental, membuat penasaran warga sekitar untuk berkunjung ke sini, dan melihat apa saja yang ada di dalam pesanggrahan ini.

Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

Rumah pengasingan bung Karno di Sumatera Utara  yang berada di Rantau Prapat ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hal ini karena, bangunan ini memiliki nilai histori yang cukup tinggi.

Pelestarian wisata budaya ini  dianggap penting sebagai penguatan nasional, identitas, dan jati diri bangsa Indonesia, agar tidak lupa dengan sejarah. Dan juga, perawatan cagar ini ditujukan agar tempat ini bisa dijaga kelestariannya dan dinikmati keberadaannya hingga masa yang akan datang.


Editor : Nani Suherni