Diperkirakan terdapat sekitar 50 titik longsor di jalur Tarutung–Sibolga. Balai Besar Sungai Sumatera II bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Kementerian PUPR, serta Dinas PUPR Sumatera Utara bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk membuka akses jalan yang tertutup.
Target perbaikan di titik paling parah ditetapkan selesai dalam waktu empat hari agar jalur kembali bisa dilalui masyarakat.
Sejumlah warga masih terjebak, termasuk Bona Bangun Lumban Tobing, warga Sibolga, yang sudah lima hari tertahan di Adiankoting.
Dari 54 titik longsor di wilayah tersebut, dia bersama keluarganya telah melewati 28 titik dengan menumpang di rumah penduduk. Bona mengaku baru mengetahui adanya dapur umum dari pemerintah setelah beberapa hari tinggal di rumah warga.
Pembersihan material longsor difokuskan di Desa Sibalanga dan Parsikaman, tempat pencarian korban yang belum ditemukan masih berlangsung. Namun, warga sempat menghentikan kendaraan Korps Brimob Polda Sumut karena alat berat ekskavator dari dinas terkait tidak segera bekerja membuka jalan.
Situasi ini membuat proses evakuasi dan pembersihan jalan longsor berjalan lambat, sementara masyarakat berharap akses segera kembali normal.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait