Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Foto: Istimewa)
Wahyudi Aulia Siregar

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menurunkan tim investigasi ke pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pengerahan tim investigasi ini terkait insiden keracunan gas yang dialami warga dua desa di sekitar PLTP tersebut.

"Saat ini Tim telah berada di lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pemda Kabupaten Mandailing Natal, kepolisian dan PT SMGP untuk penanganan dan penelusuran lebih lanjut," kata Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan, Kementerian ESDM, Harris dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/9/2022). 

Harris mengaku mereka telah mendapat laporan dari PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) selaku pengembang lapangan panas bumi Sorik Marapi. Dari laporan tersebut diketahui bahwa sekitar pukul 18.00 waktu setempat, terdapat beberapa orang warga dari Desa Sibangor Julu dan Desa Sibangor Tonga yang mengeluhkan mencium bau menyengat yang berasal dari Wellpad T lapangan panas bumi SMGP yang mengakibatkan beberapa orang warga mengalami gejala sesak napas dan muntah.

"Proses bleeding dimulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB dan direncanakan untuk dilanjutkan kembali keesokan harinya, beberapa saat setelahnya PT SMGP mendapat laporan adanya keluhan dari warga, " kata Harris. 

Kegiatan uji alir sumur panas bumi, memiliki risiko, salah satunya berupa keluarnya gas H2S dalam prosesnya yang telah diantisipasi dengan serangkaian prosedur ketat. Antara lain dengan melakukan penetralisiran gas H2S sebelum fluida sumur panas bumi dialirkan.

Pada tahap persiapan, kegiatan uji alir sumur tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan dan mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Kepolisian dan masyarakat sekitar. 

"Sedangkan pada tahap pelaksanaan, kegiatan tersebut juga dalam pengawasan bersama oleh Ditjen EBTKE, Pemda, Kepolisian dan perwakilan masyarakat sekitar," kata Harris. 

Penanganan dampak gas itu, kata Harris, salah satunya difokuskan kepada warga yang mengeluhkan kesehatan. Dilaporkan sebanyak 79 orang warga dirawat di Rumah Sakit setempat dan sebanyak 18 orang diantaranya telah kembali ke rumah. 

Situasi instalasi dan peralatan di PLTP Sorik Marapi saat ini dalam kondisi normal. Rangkaian kegiatan uji alir sumur T-11 telah dihentikan dan sumur dalam kondisi tertutup dan aman. 

"Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM mengharapkan dukungan dari semua pihak agar situasi kondusif saat ini dapat tetap terjaga," katanya.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT