Kasat Reskrim AKP Kristo Tamba, KBO Reskrim Iptu H Hutagalung, Kanit Ekonomi Ipda Gaung dan Hilmi mewakili Pertamina Area Sibolga memberikan Keterangan Pers di Polres Taput di Tarutung.(Foto : MPI/Robert Fernando H Siregar).
Robert Fernando H Siregar

TAPUT, iNews.id - Pria berinisial R (33) warga Dusun Bahapit, Desa Naga Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, diringkus polisi. R rupanya memodifikasi tangki truknya hingga menimbun BBM jenis bio solar di salah satu SPBU Tapanuli Utara (Taput).

Kasat Reskrim Polres Taput AKP Kristo Tamba SIK mengungkapkan, penyalahgunaan BBM jenis Bio Solar subsidi sebanyak 1.400 liter di dalam dua buah drum balteng. Modus tersangka untuk melakukan aksinya, dengan mengemudikan sebuah mobil jenis truck colt diesel yang sudah dimodifikasi.

Setibanya di SPBU Kecamatan Siborongborong, Taput, tersangka mengisi BBM di tangki mobilnya hingga full. Setelah tangki mobil full, tersangka menyedot dari tangki ke drum IBC menggunakan tuas yang sudah dimodifikasi.

"Dua jam kemudian, pelaku pergi ke SPBU untuk mengisi BBM ke tangki mobilnya kembali. Proses yang sama terjadi dan di sedot ke drum hingga beberapa drum kosong di dalam mobilnya terisi," ucap Kristo Tamba, Rabu (19/10/2022).

Tim berhasil membongkar cara tersangka beraksi di sebuah SPBU 14.224.327 yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Pariksabungan, Kecamatan Siborongborong, Taput.

"Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Hasil penimbunan BBM bio solar itu rencanaya akan diperjualbelikan ke pemilik kapal di Kodya Sibolga Sumut dengan harga jauh di atas pembelian harga subsidi dari SPBU untuk mencari keuntungan sendiri," tutur Kristo Tamba.

Dari hasil penangkapan R, diamankan barang bukti berupa dua buah drum balteng berisi bio solar sebanyak 1.400 liter, 4 buah drum balteng kosong, tiga buah drum besi kosong, uang tunai senilai Rp4,5 juta, 1 unit handphone merek Vivo serta 1 unit truk colt diesel dengan nomor Polisi BB 9949 CL.

"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan melanggar pasal 55 Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana dirubah dalam pasal 55 angka 9 pasal 40 Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2020 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," ujarnya.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT