MEDAN, iNews.id – Kafe di Jalan Darussalam, Kecamatan Medan Petisah, Medan, diduga dijadikan tempat transaksi narkoba oleh tiga remaja. Polisi menangkap ketiganya dan menyita dua pod getar berisi zat terlarang yang diduga siap diedarkan.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan setelah menerima laporan dari masyarakat. Warga sebelumnya mencurigai aktivitas salah satu pelaku yang kerap menemui orang berbeda dalam waktu singkat di sekitar kafe.
Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi melakukan pengintaian. Petugas kemudian menangkap ET (21), warga Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, di kafe tersebut pada Selasa (7/7/2026) malam.
"Dari tangan ET, kami menyita 2 pcs Pod Getar bermerek Wukong dan Batman yang diduga hendak dijual," ujar AKBP Rafli Yusuf Nugraha, dikutip dari iNews Medan, Rabu (19/8/2026).
Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dari penangkapan ET. Dua orang lainnya, yakni M (19), yang merupakan kekasih ET, dan GS (23), warga Desa Tanjung Anom, turut ditangkap tidak jauh dari lokasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiga tersangka memiliki peran berbeda. ET disebut bertugas menemui calon pembeli dan melakukan transaksi di kafe, sedangkan ET dan M mengambil pasokan narkoba dari pemasok.
Sementara itu, GS diduga berperan sebagai pemodal yang menyediakan dana untuk membeli narkoba dari pemasok. Polisi masih mendalami jaringan yang melibatkan ketiga tersangka tersebut.
"Dari setiap kali transaksi yang berhasil, pasangan kekasih ET dan M mengantongi keuntungan sebesar Rp600.000. Sementara GS yang bertindak sebagai penyokong dana mendapatkan keuntungan tersendiri sebesar Rp600.000," terang AKBP Rafli.
Penyidik juga menemukan dugaan bahwa aktivitas ketiganya tidak hanya terkait pod getar berisi zat terlarang. Berdasarkan pemeriksaan, kelompok tersebut diduga telah empat kali melakukan transaksi narkotika jenis pil ekstasi.
Polrestabes Medan kini memburu pemasok yang diduga berada di atas jaringan ketiga tersangka. Polisi menyebut identitas pemasok tersebut telah diketahui dan masih dalam pengejaran.
"Para pelaku ini sudah sering beraksi. Kami sedang mengejar pemasoknya yang identitasnya sudah kami ketahui. Pemasok, bandar, maupun pengedar tidak akan bisa bersembunyi. Sejauh apa pun mereka berlari, pasti akan kami tangkap," ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait