Kapolres Taput AKBP Jahanson Sianturi menyerahkan anak orang utan ke BBKSDA Sumut.(Foto : Robert Fernando H Siregar/MPI)
Robert Fernando H Siregar

TAPANULI UTARA, iNews.id - Bayi orang utan Tapanuli jenis Pongo Tapanuliensius ditemukan menyendiri dan telantar di hutan masyarakat, tepatnya di Aek Sorminan, Desa Sitoluoppu Pahae Jae, Tapanuli Utara. Orang utan ini kemudian diserahkan ke Polres Taput) lalu dilanjutkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah IV Tarutung Sumut.

Kapolres Taput AKBP Jahanson Sianturi mengatakan, awalnya dua warga Desa Sitoluoppu menyelamatkan orang utan tersebut lalu diserahkan kepada kepala desa setempat, Rabu (28/9/2022) petang. Keduanya yakni Luas Sitompul (40) dan Noel Sitompul.

"Penyelamatan anak orang hutan ini atas kesadaran kedua warga desa. Saat pergi ke hutan untuk mengumpul buah durian, mereka melihat anak orang hutan ini sendirian memakan durian yang jatuh di tanah," ujar Kapolres, Kamis (29/9/2022).

Awalnya mereka hanya membiarkan saja lantaran mengira ada induknya. Namun setelah ditunggu hingga malam hari, anak orang utan tersebut tetap menyendiri di atas tanah dan tidak ada induknya.

Kemudian mereka berinisiatif mendekati anak orang utan itu untuk menyelamatkannya. Luas Sitompul menggendongnya dan membawa ke kampung serta melaporkan kepada kepala desa.

"Sadar akan aturan tentang perlindungan hewan atau satwa dilindungi, kepala desa menghubungi Polres Taput dan menyerahkan anak orang utan tersebut. Kami lalu menyerahkan ke BBKSDA Wilayah IV Tarutung," ucap Kapolres.

Kepala Seksi BBKSDA Sumut Wilayah IV Tarutung Manigor Lumbantoruan mengutarakan, orang utan Tapanuli merupakan salah satu spesies dari genus orang utan yang berasal dari daerah Tapanuli Sumatera.

Manigor mengatakan, orang utan Tapanuli merupakan tambahan spesies baru, sekaligus spesies ketiga yang ditemukan setelah orang utan Kalimantan dan orang utan Sumatera.

"Bayi orang utan ini akan kami rawat hingga layak dilepas kembali ke habitatnya. BBKSDA Sumut mengapresiasi Polres taput yang telah memfasilitasi penanganan satwa dilindungi," katanya.

Kordinator Orang Utan Informasion Center (OIC ) Krisna dan Drh Ikhwan Amir mengungkapkan, saat ini diperkirakan populasi orang utan hanya tersisa sekitar 800 individu yang hidup di hutan Tapanuli.

Ikhwan merinci, orang utan yang diserahkan Polres Taput ke BBKSDA diperkirakan berusia 11 hingga 12 bulan dan berat 3 kilogram. Saat dilakukan pemeriksaan, kondisinya sehat.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT