Sementara itu, Nely Pohan, salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian dan diketahui bekerja sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Labuhanbatu, membantah telah melakukan penganiayaan.
Dia juga membantah telah membuat Laili tergeletak di tanah. Nely bahkan menuding video yang beredar di media sosial telah direkayasa. Menurutnya, pelapor sengaja berbaring di tanah sebelum direkam oleh pihak keluarga.
"Itu sebetulnya semua rekayasa, saya tidak ada menganiaya, cuma saya yang teraniaya. Awal mulanya yang punya rumah bilang sama tetangga bahwa saya punya utang sama dia Rp20 juta dan itu sudah lama saya lunasi dan itu tidak benar," ujar Nely.
Dia mengaku turut melaporkan kejadian tersebut ke polisi atas dugaan penganiayaan. Kini, kedua laporan terkait pertikaian tersebut tengah ditangani Polres Labuhanbatu.
"Begitu saya lewat dipanggil lah sama si Butet ini disuruhnya turun, ngapain saya yang datang Ibu lah yang kemari dan begitu dia datang dicakar lah wajah saya dijambaknya rambut saya terus saya reflkek narik bajunya sampai koyak," ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait