7 Putra Batak Peraih Adhi Makayasa Akmil, Nomor 2 Jenderal Pionir Pasukan Siluman
JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo menganugerahkan penghargaan Adhi Makayasa kepada empat perwira remaja TNI-Polri lulusan terbaik 2021. Penghargaan disematkan dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Selasa (13/7/2021).
Empat perwira remaja tersebut yakni Letda Septian Haryono Pasaribu dari Akademi Militer, Letda Always Giving Hamonangan Tiris (AAL), Letda Laode Abdul Muis (AAU) dan Ipda Hary Indrajati (Akpol). Setelah penganugerahan Bintang Adhi Makayasa, Jokowi melantik secara keseluruhan seluruh perwira remaja TNI-Polri.
Jokowi mengucapkan selamat kepada seluruh perwira remaja TNI-Polri yang telah dilantik. Kepala Negara memahami mereka telah melewati proses yang sangat panjang untuk berada di posisi saat ini.
"Saya ingin ucapkan selamat pada para perwira lulusan Akademi TNI dan Akpol yang baru saja dilantik. Ingat bahwa perjalanan Saudara baru saja dimulai," kata Presiden.

Acara Praspa TNI-Polri merupakan upacara pelantikan para taruna dan taruni yang lulus pendidikan menjadi perwira pertama.
Khusus Akmil, tahun ini mencatatkan sejarah tersendiri. Taruna dan Taruni lulusan terbaik 2021 merupakan putra-putri berdarah Batak. Selain Septian, Letda Chaterine Simbolon dari Korps Perbekalan dan Angkutan dianugerahi penghargaan Anindya Wiratama.
Predikat lulusan terbaik Akmil yang diperoleh Septian Pasaribu memperpanjang daftar putra Batak peraih penghargaan Adhi Makayasa. Dalam sejarahnya, terdapat 7 prajurit AD berdarah Batak yang menyandang predikat tersebut.
Di luar itu ada satu lagi lulusan terbaik, namun hanya di tingkat akhir (Tri Sakti Wiratama), yaitu Brigjen Adisura Firdaus Tarigan. Lulusan Akmil 1992 itu sekarang menjabat Waasrena KSAD bidang Pengendalian.
Istilah Adhi Makayasa mulai digunakan pada 1967. Sebelumnya penghargaan itu dikenal dengan Garuda Yaksa.
Tujuh putra Batak yang menyandang predikat lulusan terbaik Akmil yakni;
1. Mayjen TNI (Purn) (alm) Pieter Sitompul.
Pieter Sitompul merupakan lulusan terbaik Akmil 1964. Ketika itu masih disebut Garuda Yaksa.
Editor: Zen Teguh