Baru Kenal Seminggu di Medsos, Pemuda di Tapanuli Utara Perkosa Gadis 14 Tahun

Okezone, Robert Fernando H Siregar ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 12:32 WIB
Baru Kenal Seminggu di Medsos, Pemuda di Tapanuli Utara Perkosa Gadis 14 Tahun
Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Istimewa)

TARUTUNG, iNews.id - Gadis 14 tahun asal Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara menjadi korban pemerkosaan pemuda yang baru seminggu dikenalnya melalui media sosial. Dia diajak bertemu kemudian disetubuhi pelaku dalam gubuk gelap di kawasan perladangan jagung, Desa Siarang-arang, Kecamatan Tarutung.

Kasus ini terungkap setelah paman korban mengamankan pelaku ketika mengantar keponakan perempuannya pulang pada Senin (18/5/2020) dini hari. Paman korban kemudian menghubungi polisi dan tak lama anggota Polres Taput datang menjemput pemuda tersebut.

Identitas pelaku yakni Arion Pandapotan Aruan (19) warga Tarutung. Saat diinterogasi petugas, dia mengakui telah memperkosa korban.

Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, awalnya korban dan pelaku saling berkenalan melalui media sosial Facebook pada 11 Mei silam.

Dari perkenalan itu, keduanya berkomunikasi hingga pelaku mengajak korban untuk bertemu.

Selanjutnya pelaku menjemput korban di depan Auditorium HKBP Seminarium Kecamatan Sipoholon, Minggu (17/5/2020) pukul 23.00 WIB. Dia datang bersama tiga temannya dengan mengendarai dua unit motor.

Mereka kemudian membawa korban ke lokasi sepi di sebuah gubuk area perkebunan jagung warga. Di situlah pelaku mulai melancarkan aksinya dengan mencumbun korban di depan ketiga temannya.

"Korban sempat menolak dan berontak namun terus dipaksa. Pelaku kemudian membawanya masuk ke dalam gubuk dan menyetubuhinya," ujar Walpon Baringbing, Selasa (19/5/2020).

Seusai memperkosa korban, pelaku mengantarnya pulang ke rumah pada Senin (18/5/2020) pukul 02.00 WIB. Saat itulah paman korban yang sudah menunggu langsung mengamankannya dan melapor ke polisi.

"Saat ini pelaku sudah kami tahan," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU RI Nomor 17 Tahun 2017, Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76 huruf d jo Pasal 81 ayat 1 dan 2 dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw