BBKSDA Sumut Lepasliarkan Orangutan ke Hutan Lindung di Tapanuli Tengah

Antara · Jumat, 17 Januari 2020 - 12:48 WIB
BBKSDA Sumut Lepasliarkan Orangutan ke Hutan Lindung di Tapanuli Tengah
Orangutan Tapanuli ‘Pongo Tapanuliensis’ yang dilepasliarkan di kawasan Hutan Lindung PLTA Sipansihaporas, Kabupaten Tapteng. (Foto: Antara)

MEDAN, iNews.id – Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) melepasliarkan seekor Orangutan Tapanuli ‘Pongo Tapanuliensis’ di kawasan Hutan Lindung PLTA Sipansihaporas di Kabupaten Tapanuli Tengah. Orangutan itu dalam keadaan sehat, berjenis kelamin jantan, berat 60 kg dan diperkirakan berumur 24 tahun, serta masih bersifat liar.

Humas BBKSDA Sumut Andoko Hidayat mengatakan, satwa dilindungi ini dilepasliarkan ke habitatnya pada Rabu (15/1/2020) pukul 16.14 WIB.

"PLTA Sipansihaporas merupakan kawasan hutan lindung di wilayah kerja KPH XI Pandan," ujar Andoko, Kamis (16/1/2020).

BACA JUGA: Warga Labura Sukarela Serahkan Kucing Kuwuk ke BBKSDA Sumut

Dia menjelaskan, orangutan ini pertama kali ditemukan pada Senin (13/1/2020). Ketika itu, Kepala Resort (Kares) Pelabuhan Laut Sibolga Lantas Hutagalung memeroleh informasi keberadaan orangutan dari masyarakat Adiankoting melalui pesan pendek.

Informasi itu menyebutkan, warga melihat seekor orangutan terlihat di pinggir Jalan Lintas Sibolga, tepatnya di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kemudian, Kares Pelabuhan Laut Sibolga segera menghubungi Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Tarutung dan Kepala Bidang Wilayah II Pematangsiantar.

Selanjutnya, Kepala SKW IV Tarutung menghubungi BBKSDA Sumut, mitra yakni YOSL, OIC, YEL, Scorpion Indonesia dan warga Dolok Nauli agar bersama-sama mengevakuasi orangutan di Adiankoting. Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, maka dilakukan evakuasi dengan cara menembakkan obat bius kepada orangutan tersebut.

Hasil pemeriksaan, ternyata orangutan tersebut juga pernah dievakuasi pada 13 November 2019 silam di kawasan hutan lindung Adiankoting.


Editor : Donald Karouw