BI Sebut Sumut Butuh Rp2,9 Triliun untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III

Antara ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 09:16 WIB
BI Sebut Sumut Butuh Rp2,9 Triliun untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Bank Indonesia menilai Sumatera Utara (Sumut) perlu dana tambahan sekitar Rp2,9 triliun pada triwulan III untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi (PE) sebesar tiga persen pada 2020 secara year on year (YoY).

"Dana tambahan untuk triwulan III itu lebih besar dari triwulan II sebesar Rp2,1 triliun karena dampak pandemi Covid-19 lebih dirasakan pada triwulan III, " ujar Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat di Medan, Kamis (25/6/2020).

Menurut Wiwiek, dari ketersediaan anggaran yang dapat dialokasikan Pemprov Sumut, daerah itu masih membutuhkan Rp2,3–Rp3,5 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jadi dana Pemprov Sumut yang tersedia harusnya tidak terbatas digunakan untuk bantuan sosial, namun juga menopang roda perekonomian," katanya.

Dana itu digunakan untuk mendorong sektor–sektor padat karya seperti industri tekstil, industri barang dari kayu, penyediaan makan minum
perdagangan, jasa, transportasi dan industri pengolahan. Apalagi sektor-sektor itu yang paling terdampak Covid-19 sehingga banyak tenaga kerja diberhentikan, dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

Wiwiek menyebutkan, dalam skenario mild, meluasnya dampak Covid-19 diprakirakan mendorong perlambatan perekonomian Sumut menjadi berada di kisaran 4,3-4,7 persen (YoY) atau melambat 0,8 persen dari baseline dalam skenario sedang. Dengan perkembangan terkini, pertumbuhan dunia diperkirakan tumbuh 0,9 persen, perekonomian Sumut dalam skenario berat, berpotensi melambat lebih dalam pada kisaran 2,2–2,6 persen. Bahkan dalam kondisi sangat berat, ekonomi Sumut dapat turun hingga 1,2 – 1,6 persen.

"Jadi memang perlu langkah konkrit agar pertumbuhan ekonomi tidak terpuruk, khususnya dalam kondisi sangat berat yang bisa hanya 1,2 -1, 6 persen, " katanya.


Editor : Donald Karouw