BNN Sumut Musnahkan 13,4 Kg Ganja dan 93 Butir Ekstasi

Stepanus Purba · Kamis, 15 Juli 2021 - 17:03:00 WIB
BNN Sumut Musnahkan 13,4 Kg Ganja dan 93 Butir Ekstasi
Personel BNN memusnahkan barang bukti ganja dan ekstasi. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara (Sumut) memusnahkan sebanyak 13,4 kg ganja dan 93 butir pil ekstasi. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan dua kasus narkoba dengan total empat orang tersangka. 

Kabid Pemberantasan BNN Sumut, Kombes Pol Sempana mengatakan empat orang tersangka yang diamankan yakni KGD (29) dan ASH yang ditangkap petugas di Kecamatan Padang Bolak, Padanglawas Utara. 

"Dari keduanya, petugas menyita barang bukti 10 kg ganja kering. Keduanya berencana membawa ganja tersebut ke Padangsidimpuan," ucapnya. 

Sementara itu, dua tersangka lainnya yakni IS alias B (41) warga Jalan H Deni, Gang Kesuma III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan AF alias AAR (44) warga Jalan Samanhudi V, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kali Wates, Jawa Timur. 

"Untuk dua tersangka ini dibekuk hasil kerja sama dengan BNN Kabupaten Deliserdang. Mereka diamankan berdasarkan laporan terkait pengiriman ekstasi dari Makassar menuju Medan melalui jasa titipan kilat," ucapnya. 

Dari informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan mengamankan si penerima barang, AF dengan barang bukti 93 butir ekstasi. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil membekuk tersangka lainnya, IS dengan barang bukti 3,4 kg ganja. 

"Keterangan yang kami terima dari tersangka AF, 93 butir pil ekstasi itu kualitasnya kurang bagus. Jadi dikembalikan ke Medan," ujarnya. 

Sempana mengatakan total barang bukti yang dimusnahkan petugas yakni 13,4 kg ganja dan 83 butir pil ekstasi. Sementara itu, 10 butir lainnya belum dimusnahkan untuk keperluan persidangan. 

"Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati," ucapnya.

Editor : Stepanus Purba_block

Bagikan Artikel: