Bupati Labuhanbatu Nonaktif Divonis 7 Tahun Penjara

Stepanus Purba ยท Kamis, 04 April 2019 - 13:41 WIB
Bupati Labuhanbatu Nonaktif Divonis 7 Tahun Penjara
Bupati Labuhanbatu nonaktif, Pangonal Harahap, saat menghadiri persidangan vonis di PN Medan. (Foto: Istimewa).

MEDAN, iNews.id - Majelis hakim memvonis Bupati Labuhanbatu nonaktif, Pangonal Harahap dengan hukuman tujuh tahun penjara. Dia terbukti telah menerima suap Rp42,28 miliar dan 218.000 Dollar Singapura dari seorang pengusaha.

Terdakwa juga dikenakan denda senilai suap tersebut, Rp42,28 Miliar dan 218.000 Dollar Singapura. Hal ini diputuskan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (4/4/2019).

"Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Erwan Efendi.

Dalam nota putusannya, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan terdakwa yakni, tidak mendukung program pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya," katanya.

Atas tindakan tersebut, Pangonal terbukti melanggar UU No 31 Tahun 1999 Pasal 12 huruf a dan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut hukuman delapan tahun penjara kepada terdakwa. Tuntutan tersebut lantaran Pangonal telah menerima suap dari pengusaha bernama Efendy Sahputra alias Asiong.

Pemberian uang itu berlangsung sejak 2016 hingga 2018 dan diberikan melalui Thamrin Ritonga, Umar Ritonga (DPO), Baikandi Harahap, Abu Yazid Anshori Hasibuan bertujuan agar terdakwa memberikan paket pengerjaan proyek di Labuhanbatu ke Asiong.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal