Demo BLT Rusuh di Madina, Kapolda Sumut: Kades Mompang Julu Tak Lakukan Penyelewengan

Stepanus Purba, Antara ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 11:54 WIB
Demo BLT Rusuh di Madina, Kapolda Sumut: Kades Mompang Julu Tak Lakukan Penyelewengan
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memberikan keterangan pers terkait kerusuhan di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Madina di Mapolda Sumut, Rabu (8/7/2020). (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) masih terus menyelidiki kasus demonstrasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berakhir ricuh di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Selain mengamankan sebanyak 20 orang tersangka, polisi juga memeriksa Kepala Desa (Kades) Hendri Hasibuan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, dari pemeriksaan, Kades Mompang Julu Hendri Hasibuan membagikan dana BLT kepada warganya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah. Tidak benar ada penyimpangan seperti yang dituduhkan warganya saat berdemonstrasi pada Selasa (29/6/2020).

"Dana BLT itu dibagikan sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tidak ada terjadi penyelewengan seperti yang dituduhkan kelompok pengunjuk rasa dari kelompok masyarakat," ujar Martuani di Mapolda Sumut, Rabu (8/7/2020).

Martuani mengatakan, justru kelompok pengunjuk rasa itu yang dianggap bermasalah karena meminta 30 persen dana BLT kepada Kades Mompang Julu Hendri Hasibuan. Karena tidak diberikan, para pengunjuk rasa itu meminta agar Kades Mompang Julu mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan, sebagai aksi protes mereka melakukan pembakaran ban-ban bekas di tengah jalan sehingga mengganggu ketertiban umum.

"Selain itu, pengunjuk rasa tersebut melempari polisi dengan menggunakan batu, saat menjalankan tugas pengamanan, membakar mobil, sepeda motor, dan menutup badan jalan lintas Sumatera Medan-Padang," kata jenderal bintang dua itu.

Kapolda juga menegaskan, dalam kasus ini, Kades Mompang Julu tidak bersalah. Dia melaksanakan tugas dengan benar dan tidak ada pelanggaran hukum.

"Jadi yang bersalah para pengunjuk rasa tersebut, karena mencoba melakukan pemerasan (meminta dana BLT) milik pemerintah," katanya.

Sementara itu, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (8/7/2020) menetapkan 20 orang tersangka pelaku kerusuhan pada aksi unjuk rasa di Desa Mompang Julu dan menahan 18 orang di Rutan Mapolda Sumut.

Ke-18 tersangka yang ditahan di Mapolda Sumut yakni AW, TA, MPN, MAH, RHN, ERN, AS, AN, SM, MAN, AHL, MHL, AA, KAN, MFH, MF, dan MA. Sementara dua orang anak yang masih di bawah umur ditahan di Polres Madina, yaitu RN dan IA berusia 16 tahun.

Sebelumnya, para tersangka tersebut memeras Kepala Desa Mompang Julu dengan meminta 30 persen dana BLT milik pemerintah. Karena tuntutan mereka tidak dipenuhi, akhirnya melakukan unjuk rasa dengan menutup jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Padang.

Aksi demo rusuh, Selasa (29/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB itu mengakibatkan enam orang personel polisi terluka saat melakukan pengamanan. Dua unit mobil dan satu unit sepeda motor juga turut dibakar para tersangka.


Editor : Maria Christina