Diduga Berbuat Cabul, Oknum Guru Nyaris Dihajar Orang Tua

Iman Jaya Lase ยท Rabu, 17 Januari 2018 - 19:39 WIB
Diduga Berbuat Cabul, Oknum Guru Nyaris Dihajar Orang Tua
Orang tua siswa mendatangi sekolah mengecam aksi bejat guru di SDN di Kota Gunungsitoli. (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.id - Seorang oknum guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut), AT nyaris diamuk ratusan orang tua murid. AT diduga melakukan pelecehan seksual kepada puluhan siswa sejak beberapa tahun lalu.

Pantauan iNews di lokasi, ratusan orang tua murid mendatangi SDN di Kota Gunungsitoli. Massa memadati salah satu ruang kelas untuk memprotes perlakuan AT kepada anaknya.

Seorang korban pelecehan, AL mengaku sudah sering perbuatan guru AT kepadanya. Terkadang perbuatan tersebut terjadi secara tiba-tiba saat keadaan kelas sedang sepi. “Datang tiba-tiba terus saya dipegang-pegang badannya,” kata AL, Rabu (17/1/2018).

AL mengaku mengalami pelecehan dari gurunya pada Sabtu 13 Januari 2017 dan telah berulang kali terjadi.Usai melakukan perbuatannya, pelaku kerap menakut-nakuti dia agar tidak memberitahu perbuatannya kepada siapa pun.

Seminggu kemudian, AL akhirnya berani menceritakan perbuatan bejat guru tersebut ke orang tuanya. Sebab, AT kerap mengancam bila perbuatannya diketahui orang lain.

Sementara orang tua AL, yakni LTL menuturkan, berdasarkan penuturan anaknya, pelecehan seksual tersebut terjadi sejak lama. Bahkan, teman wanita AL tak luput menjadi korban AT.

“Kami tidak terima. Perbuatan pelaku sudah lama terjadi. Bahkan, ada puluhan orang yang kami duga menjadi korban. Namun, mereka tidak berani mengadu ke orang tuanya,” kata LTL.

Tidak terima dengan perbuatan tidak senonoh tersebut, LTL bersama ratusan orang tua murid mendatangi sekolah. Takut diamuk massa, oknum guru tersebut mengunci diri di ruang kelas.

“Kami meminta kepala sekolah untuk memecat dan melaporkan perbuatan AT ke dinas pendidikan. Dia tidak pantas mengajar di sini. Dia pegang-pegang tubuh, anak saya. Saya tidak terima, ini pelecehan seksual terhadap anak,” kata dia.

Personel kepolisian dari Polres Nias yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi pelaku dari ruang kelas. Massa yang kesal mencoba menghakimi AT yang telah dibawa oleh polisi ke Mapolres Nias untuk dimintai keterangan.


Editor : Dony Aprian