Edy Rahmayadi: Sumut Refocusing APBD Rp1,5 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Donald Karouw ยท Selasa, 28 April 2020 - 18:41 WIB
Edy Rahmayadi: Sumut Refocusing APBD Rp1,5 Triliun untuk Penanganan Covid-19
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat pimpin rapat koordinasi rancangan anggaran penanganan Covid-19 tingkat provinsi. (Foto: Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melakukan refocusing (memfokuskan kembali) anggaran sebesar Rp1,5 triliun dari APBD 2020 untuk percepatan penanganan Covid-19. Anggaran tersebut akan digunakan untuk bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.

Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan, skema rancangan anggaran tersebut dilakukan sebanyak tiga tahap. Pertama mulai April-Juni, Juli-September sampai Oktober-Desember.

“Awalnya memang untuk kesehatan, tetapi di jalan ada perubahan dan diberikan untuk jaring pengaman sosial (JPS). Karena itu tahap pertama ini kami siapkan Rp502,1 miliar,” ujar Gubernur dalam Rapat Koordinasi Rancangan Anggaran Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Senin (27/4/2020).

Dia menjelaskan, untuk tahap kedua dan ketiga yakni Juli-September dan Oktober-Desember 2020, Pemprov Sumut juga memproyeksikan alokasi anggaran masing-masing sebesar Rp500 miliar. Total untuk penanganan Covid-19 keseluruhannya mencapai Rp1,5 triliun lebih dari hasil refocusing APBD 2020.

Refocusing anggaran tersebut antara lain berasal dari belanja langsung (penerimaan dari PAD) sehinga proyeksi pendapatan sebesar Rp4,9 triliun untuk APBD 2020 diarahkan ke penanganan Covid-19. Termasuk juga untuk dana alokasi umum (DAU), diproyeksi pengurangannya hingga Rp500 miliar.

"Kami dibantu Kejaksaan, BPKP serta dipantau KPK. Kalau ada anggaran yang keliru, tolong diingatkan supaya bisa diperbaiki,” kata Edy.

Sementara soal penanganan kesehatan, pemprov akan menerima alat rapid test sebanyak 46.000 buah untuk digunakan memeriksa warga warga diduga terpapar Covid-19. Khususnya kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia.

"Kami memang mungkin rugi dari segi logistik, tetapi kesehatan dan keamanan itu penting, khususnya kepada para TKI yang terus masuk. Jadi sekarang ini masih masalah kesehatan. Kami terus maksimalkan bagaimana wabah ini bisa selesai,” ucapnya.

Fokus selanjutnya yang juga dibahas gubernur bersama unsur Forkopimda yakni pascapenanganan kesehatan atau setelah keadaan normal kembali. Sebagaimana disampaikan, pertumbuhan ekonomi masa normal sebelumya di Indonesia sebesar 5,2 %, sedangkan saat ini turun menjadi 0,5 %.

"Dinas yang bisa membantu untuk dampak kedua (dampak ekonomi), seperti bidang pertanian atau peternakan, jangan semua dilakukan realokasi. Sebab wabah ini sudah mendunia, tetap antisipasi konsekuensi terburuknya sehinga pascapenanganan kesehatan ini, kita sudah pikirkan apa untuk membangkitkan ekonomi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi menyampaikan, dalam hal penyusunan anggaran, menyerahkan rancangan kepada gubernur selaku Ketua GTPP Covid-19 Sumut. Untuk pembahasan atas refocusing anggaran APBD Sumut, legislatif akan melakukannya setelah menerima laporan usai tugas penanganan selesai.

"Kami juga mendorong agar sosialisasi Pemprov Sumut kepada masyarakat terkait Covid-19 bisa terus dimaksimalkan, termasuk melibatkan TNI/Polri,” ujar Salman.

Turut hadir dalam rakor ini yakni unsur Forkopimda Sumut, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sekdaprov R Sabrina. Pertemuan juga dihadiri Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.


Editor : Donald Karouw