Edy Rahmayadi Tanggapi soal Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg

Sindonews, M Andi Yusri · Kamis, 23 Januari 2020 - 21:02 WIB
Edy Rahmayadi Tanggapi soal Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (Foto: Dok.Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id – Harga tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) mulai naik kendati rencana pencabutan subsidi belum resmi diberlakukan. Sebagian lokasi bahkan ada yang telah menaikan harga gas melon ini menjadi Rp35.000.

Pantauan di sejumlah pangkalan dan warung yang menjual gas elpiji 3 kg, rata-rata menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Ada yang menjual dengan harga Rp20.000-Rp23.000 hingga Rp35.000.

"Sudah ada yang jual Rp35.000 di kawasan Kelurahan Harjosari Kecamatan Medan Amplas. Harga jual biasa Rp20.000, tapi mereka berdalih karena stok susah, makanya harga naik dibuat pedagang," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (21/1/2020) malam.

BACA JUGA: Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut, Pedagang Kecil di Medan Makin Menjerit

Atas hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut maupun pemerintah kabupaten/kota tidak mau kecolongan. Pengawasan dilakukan agar tidak ada yang memanfaatkan situasi dengan menaikan harga tabung gas elpiji 3 kg.

Menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, rencana kenaikan tabung gas elpiji 3 kg tentunya sudah melalui pengkajian.

"Inilah, saya percaya kalau itu dinaikkan, berarti negara sudah mengkaji sejauh itu. Kalau kita ini ya maunya jangan naik, uangnya banyak. Kan begitu. Tapi negara ini juga perlu hidup," ujar Edy Rahmayadi, Kamis (23/1/2020).

Dia menyebut yang pasti kalau energi itu naik, semua akan naik.

"Tetapi kalau itu tidak dinaikkan, persoalan juga untuk perekonomian kita," kata mantan Pangkostrad tersebut.


Editor : Donald Karouw