Gugus Tugas Ingatkan Warga Sumut Bahaya Terinfeksi DBD dan Covid-19 Sekaligus

Stepanus Purba ยท Senin, 06 Juli 2020 - 22:03 WIB
Gugus Tugas Ingatkan Warga Sumut Bahaya Terinfeksi DBD dan Covid-19 Sekaligus
Relawan Komunikasi Tim GTPP Covid-19 Sumut Putri Mentari Sitanggang, menyampaikan perkembangan terkini kasus Covid-19 Sumut di Media Center Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (6/7/2020). (Foto: Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan masyarakat mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di tengah pandemi corona. Apalagi, Sumut saat ini memasuki masa pancaroba dan siklus kasus DBD biasanya meningkat.

Relawan Komunikasi Tim GTPP Covid-19 Sumut Putri Mentari Sitanggang mengatakan, saat ini peningkatan kasus Covid-19 di Sumut belum sepenuhnya dapat diredam. Namun, DBD yang merupakan penyakit musiman juga tengah mengincar masyarakat Sumut.

“Untuk itu, masyarakat diminta menerapkan hidup bersih termasuk membersihkan lingkungan dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ujar Putri Mentari Sitanggang saat live streaming perkembangan terkini Covid-19 Sumut di Media Center Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (6/7/2020).

Putr mengatakan, DBD memiliki gejala-gejala khusus seperti demam tinggi hingga 40 derajat celcius, tubuh menggigil, dan berkeringat. Kemudian, sakit kepala, nyeri tulang dan otot, mual, dan muncul bintik-bintik merah di kulit. Selain itu pada kasus tertentu juga bisa terjadi pendarahan pada hidung dan gusi.

“Gejalanya selain seperti gejala demam juga muntah, nyeri perut, muncul bintik-bintik merah di kulit, mimisan dan gusi berdarah. Dalam kasus yang serius bisa berkembang menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa menyebabkan hypothermia dan melambatnya denyut jantung,” kata Putri.

Hal yang paling ditakutkan saat ini jika Covid-19 dan DBD bersamaan menyerang seseorang. Menurut Putri, kemungkinan hal yang fatal bisa terjadi bila kedua penyakit ini bersamaan menginfeksi seseorang. Tingkat kesakitan akan meningkat dan akan terlihat kecenderungan penderita Covid-19 yang meninggal pada usia muda.

"Jadi, berantaslah sarang nyamuk di lingkungan kita seperti menguras dan membersihkan tempat penampungan air, membersihkan tempat-tempat sampah dan barang-barang yang mungkin menyimpan air,” katanya.

Dia menambahkan, kasus Covid-19 di Sumut masih meningkat signifikan. Hingga Senin (6/7/2020), kasus positif Covid-19 bertambah 20 orang menjadi 1.798 orang. Sementara pasien Covid-19 yang meninggal bertambah empat orang menjadi 108 dan pasien dalam pengawasan (PDP) meningkat menjadi 267 atau meningkat 23 orang. Namun, ini juga dibarengi dengan peningkatan pasien yang sembuh sebanyak tujuh orang sehingga total menjadi 484 orang.

“Saudara-saudara gambaran data ini meyakinkan aktivitas yang kita untuk kembali produktif di beberapa daerah masih berisiko. Ini karena ketidakdisiplinan kita menerapkan protokol kesehatan. Produktif memang perlu, tetapi kita harus tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19,” ujar Putri.

Kepedulian dan gotong royong menurut Putri menjadi kunci untuk tetap sehat bebas dari Covid-19 dan juga DBD. Kepedulian dan gotong royong akan menyelamatkan diri sendiri, keluarga, tetangga dan masyarakat Sumut.

“Saat ini hanya itulah yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Sumut yang kita cintai ini. Kami yakin kita memiliki jiwa gotong royong, tenggang rasa dan kita pasti mampu melewati cobaan ini,” kata Putri.


Editor : Maria Christina