Hebat, Mahasiswi Asal Medan Ini Buat Inovasi untuk Eksplorasi Lepas Pantai Ramah Lingkungan

Wahyudi Aulia Siregar · Sabtu, 16 Oktober 2021 - 22:22:00 WIB
Hebat, Mahasiswi Asal Medan Ini Buat Inovasi untuk Eksplorasi Lepas Pantai Ramah Lingkungan
Mahasiswi asal Medan, Ester Anggreni Simanjuntak, membuat inovasi berupa desain pengeboran lepas pantai yang aman dan ramah lingkungan serta efisien dari segi biaya.  (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Mahasiswi asal Medan, Ester Anggreni Simanjuntak, membuat inovasi berupa desain pengeboran lepas pantai yang aman dan ramah lingkungan serta efisien dari segi biaya. Inovasi itu dia hasilkan bersama dua temannya mahasiswa Universitas Pertamina, yakni Fransisca Indah Permatasari dan Larasati Dina Putri.

Ester menjelaskan,gagasan yang mereka ajukan dengan mengganti cairan pengeboran berbasis minyak atau oil based fluida yang  biasanya digunakan dalam proses pengeboran batuan dengan water based fluida. 

"Fluida berbasis minyak berpotensi menyebabkan pencemaran jika dibuang ke laut. Karenanya, kami mengganti dengan fluida berbasis air yang lebih aman,” sebut Ester, Sabtu (16/10/2021).

Berdasarkan data Beachpedia, dari sekitar 706 juta galon limbah minyak di lautan, operasi pengeboran lepas pantai menyumbang sekitar 2,1 persen setiap tahun. Limbah minyak dari operasi pengeboran lepas pantai salah satunya berasal dari oil based fluida.

Gagasan Ester dan dua rekannya itu meraih Juara 1 di ajang Derrick 2021 pada bidang Well Design Competition. Derrick merupakan ajang bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu. 

Kejuaraan ini diikuti oleh tim terbaik dari perguruan tinggi bergengsi di Indonesia. Setelah dinyatakan lolos pada preliminary, tim diberikan waktu untuk membuat laporan desain sumur offshore yang berlokasi di Northern Sea, Norwegia.

Semetara itu, Fransisca Indah, mengaku kehadiran Mata Kuliah Teknik Pengeboran dan Mata Kuliah Workover and Well Services (Completion) yang mereka ikuti di Universitas Pertamina sangat membantu mereka dalam menyusun proposal. Mereka juga sudah terbiasa dengan project based learning yang disesuaikan dengan kondisi riil industri energi saat ini. 

:Pengetahuan yang kami dapatkan dari pembelajaran di kelas, praktik di laboratorium, sharing para praktisi, dan kunjungan ke industri, dapat kami gabungkan untuk memenuhi tugas berbasis proyek tersebut,” tutur Fransisca.

Selain meraih Juara 1 pada kategori Well Design, Tim dari Universitas Pertamina juga memboyong dua piala lainnya. Juara 3 pada kategori Drilling Fluid Design Competition yang dimenangkan oleh Muhammad Kenandipa Putrayandra, Mochamad Fa'iq, dan Arbar Laylramadhan. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: