Jokowi Ingatkan Protokol Kesehatan saat Berbelanja di Pasar untuk Cegah Covid-19

Felldy Utama, Antara ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 17:23 WIB
Jokowi Ingatkan Protokol Kesehatan saat Berbelanja di Pasar untuk Cegah Covid-19
Presiden Joko Widodo. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo mengingatkan agar warga menjalankan protokol kesehatan saat berada ruang publik seperti di pasar tradisional. Hal ini seiring dengan ramainya aktivitas pasar yang mulai dipenuhi warga untuk berbelanja kebutuhan menjelang lebaran.

Pedagang maupun pembeli di pasar tradisional diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Mulai dari menjaga jarak hingga memakai masker.

"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini sudah mulai ramai karena masyarakat banyak yang belanja dalam rangka hari raya. Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema 'Persiapan Idul Fitri 1441 H' yang diikuti Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat terkait lainnya.

"Yang sudah sering saya sampaikan, kunci pengendalian penyebaran Covid-19 ini yakni kedisplinan kita semua untuk cuci tangan, menjaga jarak aman, memakai masker dan menghindari kerumuman atau keramaian atau konsentrasi massa," katanya.

Presiden meminta agar masyarakat pun disiplin mengikuti protokol kesehatan tersebut.

Sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir tampak dipadati masyarakat misalnya lapak pedagang kali lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusats sejak Minggu (17/5/2020) hingga hari ini, meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku di wilayah DKI Jakarta.

Lapak PKL yang digelar di Jalan Jatibaru II dan para pengunjung sibuk melihat barang dagangan kebanyakan model pakaian, sebagian bahkan membawa anak-anak mereka. Pengunjung tampak tidak mempedulikan imbauan pemerintah untuk melakukan 'physical distancing' (jaga jarak). Mereka tak jarang saling bertabrakan bahu atau badan.

Selain di Pasar Tanah Abang, Pasar Anyar Bogor juga tampak dipadati warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran tanpa mempedulikan aturan PSBB Bogor. Kebanyakan lapak pedagang itu berjualan barang-barang yang tidak dikecualikan selama masa PSBB, seperti pakaian dan perlengkapan aksesoris lainnya.

Padahal pasar tradisional di sejumlah daerah diketahui menjadi klaster penyebaran Covid-19 seperti terjadi di beberapa pasar di Surabaya. Pemkot Surabaya bahkan telah menutup sejumlah pasar yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 yaitu Pasar Simo dan Simo Gunung, Kupang Gunung, Jojoran I, Gresik PPI, Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya.


Editor : Donald Karouw