Penularan Covid-19 di Sumut Terus Bertambah, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Stepanus Purba ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 01:36 WIB
Penularan Covid-19 di Sumut Terus Bertambah, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
(GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Mayor Kes dr Whiko Irwan. (Foto: Dok.Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Penularan dan jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah. Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Menjadi perhatian kita bersama bahwa protokol kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan sesuatu yang harus dipatuhi secara bersama-sama. Karena inilah yang kemudian bisa kita gunakan untuk mengendalikan sebaran Covid-19 ini di Sumut," kata Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Senin (18/5/2020).

Whiko mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Sumut bahwa GTPP Covid-19 Sumut akan terus melaksanakan hal-hal yang mendasar dalam konteks menangani Covid-19, di antaranya dengan upaya bersama dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkannya, terutama pada sisi sosial ekonomi dan melaksanakan kegiatan pemeriksaan secara masif dan penelusuran kontak positif secara lebih agresif lagi.

"Waktu Lebaran yang tinggal menghitung hari, pasti ada berkeinginan kuat warga melakukan mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga tercinta. Untuk itu kami kembali mengingatkan bahwa larangan pada saat ini masih tetap berlaku," ujar Whiko.

Hingga 18 Mei 2020, pasien dalam pengawasan yang saat ini dirawat di rumah sakit sebanyak 192 orang, jumlah penderita positif sebanyak 225 orang atau bertambah 7 orang dari hari sebelumnya, sembuh sebanyak 58 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 27 orang.

"Cemaran droplet dari orang tanpa gejala ini biasanya yang mengenai benda-benda di sekitarnya. Sengaja maupun tidak sengaja, kemudian kita melakukan sentuhan pada mata, hidung, mulut tanpa dicuci inilah yang akan mempercepat proses penularan," katanya. 


Editor : Kastolani Marzuki