Kaleidoskop 2020: Terbongkarnya Drama Perselingkuhan di Balik Pembunuhan Hakim PN Medan

Aminoer Rasyid, Stepanus Purba, Ahmad Ridwan Nasution · Minggu, 27 Desember 2020 - 12:04:00 WIB
Kaleidoskop 2020: Terbongkarnya Drama Perselingkuhan di Balik Pembunuhan Hakim PN Medan
Istri Hakim PN Medan Jamaluddin yang sedih atas kematian suaminya, namun ternyata dia otak pembunuhan tersebut. (Foto: dok iNews)

MEDAN, iNews.id – Polda Sumatra Utara mengungkap tabir gelap pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin pada awal Januari 2020. Pengungkapan kasus ini setelah lebih dari sebulan penyelidikan dengan menetapkan istri almarhum Zuraidah Hanum (41) sebagai tersangka bersama dua orang suruhannya Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29). 

Kasus pelik beraroma dendam dan perselingkuhan ini bagian dari kaleidoskop 2020 di Sumut. Tersangka mengaku disakiti dan merasa terhianati oleh korban yang ditudingnya kerap berselingkuh. Namun di sisi lain, tersangka juga berselingkuh dengan laki-laki lain yang menjadi eksekutor pembunuhan.

Majelis Hakim PN Medan yang menangani kasus menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Zuraida Hanum sebagai otak pembunuhan pada persidangan awal Juli 2020. Sementara Jefri Pratama (42) divonis penjara seumur hidup dan Reza Fahlevi (29) kurungan selama 20 tahun.

Kronologi Pembunuhan Hakim PN Medan

Kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik ini berawal dari penemuan mayat korban Jamaluddin (55) yang merupakan Hakim PN Medan. Dia ditemukan tewas dalam mobil Toyota Prado warna hitam dengan nomor polisi BK 77 HD miliknya dalam jurang, tepatnya di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, pada 29 November 2019. 

Eksekutor yang menghabisi nyawa korban yakni dua bersaudara Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29). Mereka membekap korban saat sedang tidur dengan bedcover dan sarung bantal.

Penyelidikan panjang dilakukan polisi selama sebulan lebih hingga akhirnya dapat menyimpulkan kronologi dan motif pembunuhan di awal tahun 2020. Hasil penyelidikan, Hakim Jamaluddin tewas di dalam kamar rumahnya, Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Medan, akibat kehabisan napas.

"Korban tewas karena dibekap sehingga kehabisan napas. Ini terbukti hasil forensik diduga meninggal karena lemas," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormini saat ekspose di Mapolda Sumut, Rabu (8/1/2020).

Jenazahnya kemudian dibuang ke TKP penemuan mayat untuk menutupi kejahatan. Detik-detik perjalanan tersangka membuang mobil dan mayat terekam sejumlah kamera CCTV. Setidaknya ada delapan titik kamera pengawas yang merekam mobil Toyota Land Cruiser Prado berpelat nomor BK 77 HD warna hitam, berlalu lalang saat dini hari waktu kejadian.

Dalam rekaman video yang diterima iNews, tersangka mengendarai mobil milik korban keluar dari rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Medan Johor pada pukul 04.00 WIB. Mereka berkeliling sejumlah tempat di Kota Medan untuk mencari lokasi membuang mayat dan mobil korban.

Pembuangan mayat hakim PN Medan merupakan rencana kedua para tersangka. Plan B ini dilakukan setelah rencana awal tak berjalan Mulus. Karena sudah hampir pagi, keduanya pun berpacu dengan waktu dan meninggalkan korban di lokasi TKP penemuan mayat.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: