Kasus Suap, Eks Anggota DPRD Sumut Ferry Tanuray Masuk Daftar Buronan

Stepanus Purba ยท Senin, 01 Oktober 2018 - 12:27:00 WIB
Kasus Suap, Eks Anggota DPRD Sumut Ferry Tanuray Masuk Daftar Buronan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: dok iNews.id)

MEDAN, iNews.id - Mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 Ferry Suandro Tanuray Kaban, yang juga merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap eks Gubernur Gatot Pujo Nugroho masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penetapan status buronan lantaran tersangka tidak pernah menghadiri panggilan dari penyidik KPK. “Tersangka sudah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik yang juga tidak disertai dengan keterangan ketidakhadirannya. Yaitu pada 14 dan 21 Agustus 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/10/2018).

Dia melanjutkan, KPK telah mengirim surat kepada Kapolri dan Interpol tertanggal 28 Oktober 2018 tentang DPO atas nama Ferry Suandro Tanuray Kaban. Tindakan tidak koopertif dari tersangka Ferry ini membuat KPK meminta bantuan kepada Polri untuk ikut membantu mencari Fery dan mengamankannya.

"Kami berharap masyarakat juga ikut membantu KPK dan Polri untuk memberikan informasi terkait keberadaan tersangka. Boleh diinformasikan kepada Polsek setempat atau kepada KPK langsung," ujarnya.


Tak hanya itu, Febri juga mengingatkan kepada sejumlah pihak untuk tidak menyembunyikan keberadaan dari Ferry. Sebab, barang siapa yang menyembunyikan keberadaan tersangka bisa diancam dengan hukuman pidana sebagaimana Pasal 21 Undang-Undang (UU) Tipikor. “Yang menyembunyikan terancam hukuman tiga hingga 12 tahun penjara," ucapnya.

Diketahui, KPK menetapkan Ferry sebagai tersangka suap terkait fungsi dan kewenangan sebagai anggota DPRD Sumut. KPK juga telah menangkap dua tersangka dalam kasus itu yang tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.

Dari 38 tersangka yang diproses dalam kasus tersebut, 22 orang baik mantan mau pun anggota DPRD Sumut telah ditahan KPK, yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Sonny Firdaus, Muslim Simbolon, Helmiati, Mustofawiyah, Tiaisah Ritonga, Arifin Nainggolan, Elezaro Duha, Tahan Manahan Pangabean, dan Passiruddin Daulay.

Selanjutnya, Biller Pasaribu, John Hugo Silalahi, Richard Eddy Marsaut, Syafrida Fitrie, Restu Kurniawan Sarumaha, Musdalifah, Rahmianna Delima Pulungan, Abdul Hasan Maturidi, dan M Faisal.

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu diduga menerima "fee" masing-masing antara Rp300 sampai Rp350 juta dari Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.

Atas perbuatannya, 38 tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat 1 dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: