Keluh Kesah Demo Ojol di DPRD Medan: Bawa Makanan Kurang Cabe Langsung Di-Suspend

Said Ilham ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 14:20 WIB
Keluh Kesah Demo Ojol di DPRD Medan: Bawa Makanan Kurang Cabe Langsung Di-Suspend
Massa ojol saat demo di Kantor DPRD Medan yang dibatasi dengan kawat duri, Selasa (4/8/2020). (Foto: iNews/Said Ilham)

MEDAN, iNews.id - Seribuan driver ojek online (ojol) menggeruduk Kantor DPRD Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (4/8/2020) siang. Dalam aksinya, mereka menuntut keadilan dan penuntasan atas persoalan antara driver ojol dengan manajemen aplikator yang dinilai semena-mena karena kerap memberikan suspend hingga putus mitra (PM) tanpa alasan jelas dan dihapuskannya intensif.

Dalam orasinya, massa driver ojol kecewa dengan sikap aplikator. Mereka meminta DPRD Medan membantu mengatasi keresahan yang mendera para driver ojol.

"Kami minta aplikator memenuhi tuntutan para driver," ujar Donal Bastian, perwakilan driver ojol.

Menurutnya, selama ini merasa tertindas dan bertaruh nyawa untuk bekerja tanpa hasil. Ada tuntutan utama yang dibawa massa dalam demo ini, mengembalikan akun yang telah di-suspen dan soal intensif.

"Tuntutan kami akun suspen diaktifkan. Jadi begini ya, kadang beli makanan (gofood) kurang cabe itu kami bisa di-suspend. Kami mau cari solusi bukan putus mitra," katanya.

Selain itu juga pengurangan intensif dari Rp150.000 menjadi Rp70.000.

"Jadi kalau dari ongkos yang kami terima itu Rp65.000, maka intensif yang kami peroleh hanyab Rp5.000," katanya.

Para driver menuding aplikator selama ini selalu membuat aturan yang semena-mena tanpa tunduk dengan aturan pemerintah setempat. Karena itu massa mendesak DPRD Medan untuk memfasilitas persoalan mereka.

Setelah setengah jam berorasi, ribuan massa driver ojol ini akhirnya ditemui Anggota DPRD Medan Erwin Siahaan. Erwin juga merupakan mantan driver ojol. Kepada massa, dia berjanji akan membantu persoalan mereka dengan pihak aplikator ojol. Setelah ditemui, beberapa perwakilan memasuki Gedung DPRD Medan, sedangkan massa yang lain menunggu di luar.


Editor : Donald Karouw