Kemenkes Tetapkan Sumut Sebagai Peringkat 5 Kasus Difteri

Stepanus Purba ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:43 WIB
Kemenkes Tetapkan Sumut Sebagai Peringkat 5 Kasus Difteri
Ilustrasi bayi. (Foto: Okezone)

MEDAN,iNews.id - Banyaknya kasus difteri yang ditemukan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada periode bulan September hingga Desember 2019 lalu, telah membuat Dinas Kesehatan Sumut menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas penyakit ini.

Karenanya, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah memetakan, Provinsi Sumut berada pada peringkat ke-5 untuk kasus difteri terbanyak di Indonesia.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, drg Vensya Sitohang mengatakan, kasus difteri ini terjadi karena dahulu vaksinnya masih belum ada. Sehingga akibatnya, penyakit itu diteruskan sampai saat ini.

"Sedangkan saat ini, penyakit difteri sudah ada vaksinnya, dan vaksin ini tidak boleh diabaikan," katanya dalam pertemuan antara Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik bersama perwakilan Ditjen P2P Kemenkes di Ruang Rapat Lantai II Gedung Administrasi RSUP Haji Adam Malik, Jumat (17/1/2020).

BACA JUGA:

Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Landa Sejumah Wilayah Sumut Jumat Malam Ini

Kapolda Sumut Usulkan Penghargaan ke Anggota yang Ungkap Kasus Hakim PN Medan

Lebih lanjut Vensya menegaskan, untuk menurunkan angka kejadian difteri dibutuhkan peran surveilans, yaitu memberikan edukasi dalam pengawasan diri bagi pasien, keluarga dan juga orang-orang yang kontak erat dengan pasien. Ia juga mengingatkan, agar setiap kasus yang ditemukan dapat di follow up oleh Dinas Kesehatan.

"Setiap orang yang kontak erat dengan pasien wajib diberikan obat. Namun ada beberapa kasus yang menolak, alasan karena mual. Akibatnya penyakit ini terus berkembang. Namun untuk Sumut kami sangat mengapresiasi kinerja Tim KLB Difteri Rumah Sakit Adam Malik," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Haji Adam Malik, dr Bambang Prabowo mengatakan, Gubernur Sumut telah sangat menaruh perhatian terhadap peningkatan kasus difteri di Sumut. Dimulai dengan kasus pada Mahasiswa Malaysia dengan diagnosa suspek difteri pada September lalu.

"Dan kami, Rumah Sakit Adam Malik sudah membentuk tim dengan dokter-dokter kami yang handal dibidang ini," ujarnya

Bambang menambahkan, kasus difteri pada pasien Mahasiswi USU asal Malaysia yang meninggal setelah dua hari dirawat di RSUP Haji Adam Malik akan menjadi masalah besar ketika dihadapkan dengan pihak lain. Misalnya bagi Negara Malaysia, karena kasus tersebut, pelayanan kesehatan di Indonesia kemudian dinilai kurang.

"Berdasarkan pada hal ini, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI hadir untuk memberikan bimbingan terpadu mengenai penanganan penyakit difteri," katanya.

Melalui pertemuan ini diharapkan kasus difteri dapat berkurang, dengan didukung adanya anggaran, sarana dan prasarana dari pemerintah. "Setiap pihak tekait dapat bekerjasama dan ambil andil sesuai dengan bidangnya," ucap Bambang.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq