Kisah Simon, Pasien Sembuh Corona yang Termotivasi Tetap Kuat Demi Istri dan Anak

Koran SINDO ยท Sabtu, 18 April 2020 - 14:47 WIB
Kisah Simon, Pasien Sembuh Corona yang Termotivasi Tetap Kuat Demi Istri dan Anak
Simon Nainggolan saat berjemur ketika menjalani isolasi mandiri di rumahnya. (Foto: dok pribadi)

JAKARTA, iNews.id - Simon Nainggolan menjadi satu di antara ratusan warga Indonesia yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona. Pria berdarah Batak ini merasa seolah terlahir kembali ke dunia untuk meneruskan sisa hidup setelah terbebas dari virus mematikan tersebut.

Simon yang saat ini berusia 50 tahun mengaku terkadang masih tak menyangka dengan pengalaman hidup yang telah dilaluinya. Namun dia tak berhenti bersyukur atas kesembuhan dan lolos dari serangan Covid-19.

Bukan tanpa alasan, Simon melewati hari-harinya selama isolasi dengan penuh perjuangan dan kepedihan. Dia dinyatakan positif, begitupun dengan istrinya. Bahkan ibu mertuanya meninggal akibat virus tersebut.

Dia menceritakan awalnya ibu mertua diduga terpapar saat menghadiri pemakaman saudara mereka. Sebab usai pemakaman, mereka yang hadir banyak yang sakit. Mertuanya kemudian mengalami demam dan sesak napas hingga dirawat di RS Bunda Jakarta pada 18 Maret. Dua hari berselang, dia juga merasakan gejala demam. Simon dan istri yang intens bertemu mertua tak menyadari jika mereka pun turut terkena virus tersebut. 

“Karena masih demam terus, pada 23 Maret saya bersama istri memutuskan ke dokter spesialis paru dan menjalani test swab. Dari hasil rontgen, ada bercak pada paru-paru kanan. Saya pun ditetapkan sebagai suspect dan diminta mengisolasi diri,” kata Simon dalam tulisan kesaksian yang dia sebarkan.

Sadar akan bahaya Covid-19, Simon pun akhirnya melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia memilih di rumah karena kebetulan ada kamar kosong di lantai 2 tempat tinggalnya. Di kamar itu, Simon tidak ke mana-mana selama 14 hari. Tiidak banyak aktivitas berat yang dia lakukan.

“Saya demam selama 12 hari. Hari-hari saya selama itu hanya minum obat, tidur, makan dan pagi hari berjemur,” ujar Simon

Yang membuat dia makin terpukul, di tengah proses menjalani isolasi, ibu mertuanya meninggal dunia karena Covid-19. Dia bersama istri tak bisa menghadiri pemakaman.

Kendati tengah mendapat cobaan, ayah satu putri ini pun tidak lantas putus asa. Sebaliknya, dia meyakinkan diri untuk bisa sembuh secepatnya. Setiap pagi dia bangun pukul 4 pagi, kemudian makan sepotong roti dan minum vitamin. Pada pukul 8 pagi, dia sarapan dan lanjut minum vitamin.

“Dalam sehari, saya bisa minum vitamin C hingga 2000 mg, tetapi saya banyak minum air putih hingga lebih dari 3 liter per hari,” ucapnya.

Saat karantina mandiri itu, Simon pun tidak mau bertemu siapapun. Makanan dan minuman beserta obat-obatan diletakkan di depan pintu kamar. Bahkan, dia setiap hari harus mencuci semua peralatan makannya sendiri. Untuk segera memulihkan kesehatannya, Simon pun rajin mengonsumsi jus buah-buahan. Demikian juga semua obat dari dokter termasuk parasetamol karena demam di tubuhnya tidak kunjung turun.

Sementara sang istri yang juga terpapar Covid-19, kondisinya relatif baik karena tidak sampai demam tinggi. Dengan begitu, sang istri juga bisa menyiapkan keperluan-keperluan Simon, termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak saat mengurus pemakaman sang mertua.

Perjuangan kerasnya mengisolasi diri membuahkan hasil. Pada Rabu (1/4/2020) lalu, demam yang berhari-hari dirasakan perlahan hilang. Tubuhnya pulih. Dan pada 6 April, dia dan istrinya kembali menjalani test swab di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. Mukjizat itu nyata. Dia dan sang istri dinyatakan negatif Covid-19.

Di tengah kesendirian saat menjalani isolasi, Simon mengaku termotivasi untuk tetap kuat dan tidak menyerah saat melewati masa krisis.

"Anak dan istri saya. Mereka yang menjadi motivasi saya,” ujar Simon.

Setelah ibu mertua meninggal, dia mengaku bersama istri berupaya keras untuk tegar meski diliputi ujian berat.

“Istri saya mengatakan tak akan sanggup lagi kalau harus menguburkan orang yang dia kasihi. Hati saya hancur mendengarnya, sekaligus mendorong saya untuk harus bangkit dan melawan virus ini,” kata Simon.

Dia pun meminta agar masyarakat yang mengalami keluhan atau gejala mirip terpapar Covid-19 segera melakukan isolasi mandiri. Selama isolasi, perbanyak mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi. 


Editor : Donald Karouw