KPUD Kota Medan Simulasi Sirekap, Penghitungan Cepat Pilkada Medan dengan Teknologi

Said Ilham ยท Sabtu, 24 Oktober 2020 - 19:09:00 WIB
KPUD Kota Medan Simulasi Sirekap, Penghitungan Cepat Pilkada Medan dengan Teknologi
KPU Kota Medan menggelar simulasi penggunaan Sirekap untuk Pilkada Medan 2020 (Foto : iNews/Said Ilham)

MEDAN, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Medan melakukan simulasi atau uji coba penggunaan Sirekap di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020. Selain untuk mengetahui lebih cepat hasil pemungutan suara Pilkada Medan, penggunaan sirekap ini juga untuk mengefisiensikan waktu di tengah pandemi Covid-19 dan mengurangi massa berkumpul.

“Rencana penerapan Sirekap ini untuk menghemat waktu. Teknologi ini lebih efektif, efisien dan sederhana. Kalau penghitungan suara dilakukan secara manual, melalui Sirekap dapat dilakukan dengan teknologi,” ujar Ketua KPUD Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik, Sabtu (24/10/2020) sore.

Simulasi uji coba penggunaan Sirekap dilaksanakan di halaman Kantor KPU Medan di Jalan Kejaksaan Medan, Sumatera Utara (Sumut). Simulasi Sirekap melibatkan seluruh bagian teknis PPK di 21 kecamatan se-Kota Medan. Seluruh kegiatan terhubung langsung dengan pihak KPU RI dan beberapa daerah di Indonesia yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

“Penggunaan Sirekap ini merupakan persiapan KPU Kota Medan, jika penerapannya dilakukan tahun ini,” kata Agussyah Ramadani Damanik.

Menurutnya, memang ada rencana penggunaan Sirekap dalam Pilkada Medan 2020, mengingat di masa pandemi Covid-19. Penggunaan Sirekap dianggap lebih mempersingkat waktu untuk penghitungan, sehingga menghindari berkumpulnya massa.

Dalam proses kerja sirekap, plano-plano yang ada di tempat pemungutan suara (TPS) akan di foto dengan  menggunakan Android. Selanjutnya, dari TPS dikirim ke PPK dan KPU, sehingga hasil pemenang di Pilkada Medan lebih cepat diketahui tanpa menunggu proses penghitungan manual.

Ketua KPU Medan mengakui, ada beberapa kendala dalam penggunaan Sirekap. Contohnya dalam penulisan angka satu. Jika ujungnya terlalu panjang, bisa terbaca angka tujuh, sehingga harus hati-hati dalam penulisan di plano.

“Begitu juga dengan penulisan tanda silang. Jika garis silang yang ditarik tidak penuh di kertas plano yang difoto, bisa terbaca menjadi angka 3,” katanya.

Editor : InewsTv Henri Sianturi