Langgar Prokes, Kolam Renang Pondok Cabe Patumbak Dipaksa Tutup
MEDAN, iNews.id - Kolam Renang Pondok cabe di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deliserdang dipaksa tutup oleh pemerintah desa setempat. Pasalnya, jumlah pengunjung di kolam tersebut diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) karena melebihi dari jumlah yang diizinkan.
Penertiban ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono, Minggu (23/5/2021) sekitar pukul 14.30 WIB. Jufri meminta pengelola kolam untuk segera meminta seluruh pengunjung pulang karena sudah melebihi dari ketentuan yakni maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal.
"Abang (perwakilan pengelola kolam renang) silahkan minta pengunjung meninggalkan kolam renang. Kosongkan saja dulu areal kolam renang ini," kata Jufri.
Pengelola kemudian terlihat mengerahkan para pegawainya meminta para pengunjung untuk pulang, dengan pengeras suara. Para pengunjung pun secara teratur meninggalkan kolam renang.
Jufri mengatakan saat dibubarkan jumlah pengunjung di Kolam Renang Pondok mencapai sekitar 2.000 orang. Jumlah tersebut setara dengan daya tampung maksimal kolam tersebut.
"Jumlahnya mencapai hampir 2.000 orang setara dengan kapasitas kolam renang. Padahal maksimal kapasitas hanya 50 persen," kata Jufri.
Sementara itu, pengelola kolam renang, Andi (30) mengatakan jumlah pengunjung di kolam renang pondok cabe saat dibubarkan mencapai 1.500 orang. Jumlah tersebut diperoleh dari jumlah yang terjual.
Andi mengaku tidak menyangka jumlah pengunjung membeludak. Pihaknya sebelumnya sudah melakukan pembatasan pengunjungn dengan membatasi durasi berada di areal kolam.
"Pengunjung hanya diperkenankan berada di dalam lokasi selama dua jam," katanya.
Meskipun sudah memberlakukan pembatasan jam, sejumlah pengunjung diketahui tetap membandel dan tidak mau meninggal kolam. Kondisi tersebut membuat pengunjung di areal kolam renang membeludak.
Sementara itu, sejumlah pengunjung protes karena diminta pulang oleh para petugas. Salah satunya meminta pengelola untuk mengembalikan uang tiket yang sebelumnya sudah dibayarkan.
Namun tidak sedikit dari pengunjung yang merasa tidak terima dengan kebijakan itu. Beberapa orang melayangkan protes secara langsung kepada pengelola dan meminta pertanggungjawaban.
"Kami datang jauh-jauh ke sini, mengumpulkan uang, terus sampai di sini, baru sebentar di dalam sudah disuruh keluar," ucapnya.
Dia tidak menerima petugas membubarkan mereka karena pelanggaran protokol kesehatan. Mereka juga sempat berkukuh minta pengembalian uang masuk kepada pihak pengelola.
Editor: Stepanus Purba_block