Massa Demo Kades di Madina Bentrok dengan Polisi, Mobil Wakapolres Dibakar

Ahmad Husein Lubis · Senin, 29 Juni 2020 - 22:50 WIB
Massa Demo Kades di Madina Bentrok dengan Polisi, Mobil Wakapolres Dibakar
Dua mobil satu di antaranya mobil dinas Wakapolres Madina dibakar massa saat unjuk rasa menuntut kades mundur. (Foto: Antara)

MADINA, iNews.id – Aksi demonstrasi mendesak kepala desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara mundur dari jabatannya terlibat bentrok dengan polisi, Senin (29/6/2020). Massa bahkan membakar dua mobil, satu di antaranya diketahui mobil dinas Wakapolres Madina.

Demonstrasi itu dilakukan warga Desa Mompang Julu. Dalam aksinya, massa memblokade Jalan Lintas Sumatera sejak pagi. Hingga pukul 18.00 WIB, massa tak kunjung membubarkan diri. Polisi kemudian meminta warga untuk segera mengakhiri aksinya. Namun, imbauan itu tak dihiraukan.

Massa justru semakin kalap. membakar dua mobil dan satu sepeda motor. Mobil yang dibakar di antaranya merupakan mobil dinas Wakapolres Madina.

Mereka melempari petugas dengan batu. Aksi itu dibalas petugas dengan tembakan water cannon serta gas air mata ke kerumunan massa.

Hingga malam ini, suasana desa dan Jalur Lintas Sumatera masih mencekam. Konsentrasi massa masih terlihat di sejumlah titik sementara aparat kepolisian untuk sementara memilih meninggalkan lokasi.

Sebelumnya Senin siang, ratusan warga Desa Mompang Julu berunjuk rasa menuntut kepala desa Hendri Hasibuan mundur dari jabatannya karena dianggap tidak transparan dalam penggunaan anggaran dana desa.

Puncaknya saat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) desa yang dinilai tidak tepat sasaran. Aksi warga dilakukan dengan memblokade Jalinsum Medan-Padang.

Dalam tuntutannya, warga protes atas ketidaktransparanan penggunaan dana desa, termasuk pembagian bantuan langsung tunai (BLT) selama masa pandemi Covid-19. Karena itu mereka meminta agar Kepada Desa Hendri Hasibuan mundur dari jabatannya.

"Kami minta kepala desa mundur dari jabatannya," ujar seorang komando demo yang diikuti dengan sorakan massa.

Aksi massa ditanggapi Pemerintak Kabupaten Mandailing Natal yang datang ke lokasi. Mereka coba berdialog untuk menenangkan massa warga tersebut.

"Di sini sudah ada Bapak Inspektporat dan nanti tentu akan diperiksa kepala desanya," ujar Sekda Mandailing Natal Gozali Pulungan.


Editor : Kastolani Marzuki