Miris, Pasien Covid-19 di Tobasa Diikat dan Dipukuli Warga saat Isolasi Mandiri

Stepanus Purba ยท Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:37:00 WIB
Miris, Pasien Covid-19 di Tobasa Diikat dan Dipukuli Warga saat Isolasi Mandiri
Tangkapan layar video saat pasien Covid-19, Salamat Sianipar, dipukuli warga Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa.

MEDAN, iNew.id - Seorang pasien Covid-19 di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatra Utara (Sumut), diduga diikat dan dipukuli warga saat isolasi mandiri. Keluarga sangat menyayangkan kejadian yang menimpa pasien bernama Salamat Sianipar (45) itu. 

Video saat Salamat Sianipar mendapat penganiayaan di-posting oleh keponakannya, Jhosua Lubis di Instagram. Dia mengatakan, kejadian memilukan itu menimpa paman atau tulangnya pada Kamis (2/7/2021) lalu, tepatnya di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa.

Jhosua yang tinggal di Depok, Jawa Barat itu menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat tulangnya terkena Covid-19. Namun, dokter meminta Salamat Sianipar untuk menjalani isolasi mandiri.

"Awalnya tulang saya terkena Covid-19. Dokter menyuruh isolasi mandiri," katanya, dikutip iNews.id dari Instagram-nya. 

Namun, masyarakat setempat tidak terima Salamat yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Dia malah dijauhkan dari kampungnya, Bulu Silape dan tidak bisa pulang ke rumahnya. Parahnya lagi, kata Jhosua, tulangnya diikat dan dipukuli warga setempat.

"Masyarakat tidak terima, akhirnya dia dijauhkan dari Kampung Bulu Silape. Dia kembali lagi ke rumahnya, tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia. Seperti hewan dan tidak ada rasa manusiawi," kata Jhosua.

Keluarga yang mengetahui perlakuan warga terhadap pamannya, Salamat, tentu saja tidak terima. Mereka menganggap perlakuan tersebut sudah tidak manusiawi dan tergolong penyiksaan.

"Kami dari pihak keluarga tidak menerima dan ini tidak manusiawi lagi," ujarnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: