Orangutan Terlihat di Kawasan Hutan Danau Lau Kawar, Ini Penjelasan BBKSDA Sumut

Stepanus Purba ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:05 WIB
Orangutan Terlihat di Kawasan Hutan Danau Lau Kawar, Ini Penjelasan BBKSDA Sumut
Orangutan yang terlihat di hutan kawasan Danau Lau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. (Foto: Istimewa)

KARO, iNews.id - Kemunculan orangutan di kawasan hutan Danau Lau Kawar, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) menarik perhatian warga. Pascakemunculan hewan langka tersebut, kawasan tersebut ramai dikunjungan warga karena penasaran melihata primata bernama latin Pongo Abelii tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Besar Kelestaraian Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut),Tuahman Tarigan menuturkan kemunculan orangutan tersebut pertama kali diketahui dua minggu yang lalu. Kehadiran orangutan tersebut diduga karena faktor makanan.

"Analisis kita karena di habitat aslinya mereka kehabisan makanan sehingga mencari makanan ke sini," kata Tuahman, Sabtu (20/6/2020).

Tuahman mengatakan orangutan yang terlihat di kawasan Danau Lau Kawar berusia di atas 20 tahun dan berjenis kelamin jantan. Kemungkinan orangutan tersebut berasal dari hutan kawasan Gunung Leuser.

"Kebetulan memang kawasan kita ini dengan Lancuk, Tahura, dan Lauser itu satu hamparan. Jadi, ada kemungkinan, karena di Lauser itu habitatnya orangutan, jadi dia datang ke arah sini," ucap Tuahman.

Berdasarkan laporan dari warga, orangutan tersebut bergantungan dari batang ke batang di pohon buah betung. Warga sempat merasa ketakutan dan terancam karena kemunculan orangutan tersebut.

"Awal mulanya kemunculan orangutan ini, masyarakat ada merasa ketakutan seperti itu. Tetapi kemarin kita kesini dengan mitra kita, menyampaikan penyuluhan sosialiasi kepada masyarakat, bahwa orangutan ini tidak mengganggu," ucap Tuahman.

Tuahman mengimbau kepada masyarakat, orangutan ini punya insting sendiri. Orangutan mengetahui jenis makanan yang cocok untuknya.

"Jadi jangan memberi makanan dari luar, belum tentu makanan yang diberi cocok dengannya. Jangan terlalu dekat dan mengganggu mereka," ujarnya.


Editor : Stepanus Purba