Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Bengkel Mobil di Deliserdang Terancam Hukuman Mati

Antara ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 11:37 WIB
Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Bengkel Mobil di Deliserdang Terancam Hukuman Mati
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat menunjukkan foto tersangka AP (DPO) dalam konferensi pers yang digelar di Mapolrestabes Medan, Rab (20/5/2020). (Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MEDAN, iNews.id - Pelaku pembunuhan dengan korban bernama Henri (28) yang mayatnya ditemukan dalam bengkel mobil di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, terancam hukuman mati. Mereka disangkakan atas pembunuhan berencana dan dijerat dengan pasal berlapis.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar mengatakan, identitas kedua pelaku yakni AAH (20) dan AP (DPO). Keduanya dijerat pasal berlapis karena melakukan pembunuhan berencana dengan motif menguasai barang (mobil) milik korban.

"Para pelaku dikenakan Pasal 365 Ayat (4) dan atau Pasal 338 Jo 55, 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," katanya saat ekspose di Mapolrestabes Medan, Rabu (20/5/2020).

Ronny mengungkapkan, kronologi pembunuhan bermula saat korban datang ke bengkel milik pelaku yang menjadi lokasi TKP penemuan mayat untuk memperbaiki mobil Daihatsu Xenia berpelat nomor BK 1446 JI pada Rabu (13/5/2020). Ketika itu, pelaku  AP langsung memukul kepala korban hingga tak sadarkan diri.

Tak sampai di situ, AP dibantu AAH kembali memukul korban dengan menggunakan palu dan sekop. Selanjutnya AP mengambil seutas tali berwarna hijau dari jemuran di belakang rumah dan kemudian menjerat leher dan mengikat korban hingga meninggal dunia. Kemudian para tersangka menyeret jasadnya dan menyembunyikan di sudut ruang bengkel dengan kelambu mobil milik korban.

Setelah itu, tersangka AP membawa mobil korban dan menjualnya seharga Rp59 Juta dan memberikan Rp200.000 kepada AAH sebelum melarikan diri.

"Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan AAH, sedangkan AP masih dalam pencarian," kata Ronny.


Editor : Donald Karouw